Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 04:14 WIB

Pertamina Realisasikan BBM Satu Harga di 77 Titik

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 14 September 2018 | 02:29 WIB

Berita Terkait

Pertamina Realisasikan BBM Satu Harga di 77 Titik
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) terus merealisasikan BBM Satu Harga di seluruh wilayah Indonesia. Sampai September 2018, Pertamina berhasil merealisasikannya di 77 titik.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menyatakan, jumlah itu meliputi 54 titik yang telah beroperasi pada 2017. Ditambah 23 titik yang beroperasi hingga awal September 2018. "Sebanyak 77 lembaga penyalur BBM yang telah beroperasi, beberapa sudah diresmikan Pertamina bekerja sama dengan BPH Migas, namun demikian yang belum diresmikan tetap beroperasi dan melayani masyarakat," kata Adiatma dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Pada 2018, Pertamina ditargetkan merealisasikan kebijakan BBM satu harga di 67 titik. Di mana, sisanya sebanyak 45 titik, saat ini masih dalam tahap perizinan dan pembangunan. "Kami berharap target yang ditetapkan pemerintah dapat diselesaikan sampai akhir 2018," kata Adiatma.

Secara detil ke-23 titik yang terealisasi di tahun ini, berada wilayah Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Sumatera. Tepatnya di:

1. Seimenggaris, Nunukan, Kalimantan Utara (9 Maret)
2. Liang, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (9 Maret)
3. Banggai Tengah, Banggai Laut, Sulawesi Tengah (6 April)
4. Distrik Pirime, Lanny Jaya, Papua (6 April)
5. Wawoni Barat, Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara (11 Juni)
6. Tagulandang, Kep. Sitaro, Sulawesi Utara (29 Juni)
7. Distrik Fayit, Asmat, Papua (2 Juli)
8. Gido, Nias, Sumatera Utara (26 Juli)
9. Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (30 Juli)
10. Kepulauan Sula, Maluku Utara (31 Juli).
11. Belantikan Raya, Lamandau, Kalimantan Tengah (3 Agustus)
12. Kecamatan Sungai Boh, Kab. Malinau, Kalimantan Utara (7 Agustus)
13. Tolingula, Gorontalo (27 Agustus)
14. Wamena, Jayawijaya, Papua (27 Agustus)
15. Sabu, Sabu Raijua, NTT (29 Agustus)
16. Bintuni, Teluk Bintuni, Papua Barat (30 Agustus)
17. Katingan Kuala, Katingan Hulu, Kalimantan Tengah (30 Agustus)
18. Lalan, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (30 Agustus )
19. Borong, Manggarai Timur, NTT (30 Agustus)
20. Bokondini, Tolikara, Papua ( 30 Agustus)
21. Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (4 September)
22. Nanusa, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (4 September)
23. Kecamatan Bawolato, Nias Induk, Sumatera Utara (5 September)

Informasi saja, program BBM Satu Harga merupkan program pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di mana menjadi perhatian khusus pemerintah agar masyarakat yang tinggal di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) bisa merasakan harga BBM sesuai ketentuan Pemerintah dalam rangka pemerataan dan asas keadilan.

Adiatma menjelaskan, dengan program BBM Satu Harga, warga di Tolikara Papua yang sebelumnya membeli Premium dengan harga kisaran Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per liter, kini bisa menikmati harga Rp6.450 per liter. Demikian pula daerah lainnya bisa mendaparkan Premium Rp6.450 dan Solar Rp5.150 per liternya

"Dengan beroperasinya lembaga penyalur tersebut, tentunya Pertamina tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kerjasama dengan berbagai pihak, seperti Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat kepolisian dan peran aktif masyarakat agar BBM 1 Harga tepat sasaran dan bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat," kata Adiatma.

Adiatma menambahkan, konsumsi BBM Satu Harga hanya sekitar 0,3% dari total penyaluran Nasional. Pada tahun 2018, Pertamina memroyeksikan rata-rata penyaluran Premium dan Solar untuk program BBM Satu Harga sebesar 5.727 KL per bulan untuk 68 lembaga penyalur. [ipe]

Komentar

x