Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 21:18 WIB

BBM Satu Harga Hadir di Teluk Bintuni

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 14 September 2018 | 20:10 WIB

Berita Terkait

BBM Satu Harga Hadir di Teluk Bintuni
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Teluk Bintuni - Pertamina meresmikan lembaga penyalur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBU-N) 88.983.03 di Kelurahan Bintuni Timur, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni.

Peresmian ini sebagai bagian dari Program BBM Satu Harga di wilayah Papua Barat. Peresmian SPBU-N Teluk Bintuni merupakan titik ke-14 yang telah diresmikan Pertamina di tahun 2018.

Diresmikannya lembaga penyalur ini melengkapi 4 lembaga Penyalur (3 SPBU Kompak dan 1 SPBU-N) yang telah ada di Teluk Bintuni sebelumnya. Sehingga total lima lembaga penyalur telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Adapun pasokan BBM disuplai dari Terminal BBM Sorong.

Komite BPH Migas, M. Lobo Balia mengatakan peresmian BBM Satu Harga di Teluk Bintuni merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menyediakan energi berkeadilan bagi masyarakat.

"Peresmian ini wujud pelaksanaan program pemerintah dan ditargetkan 73 titik di tahun 2018," kata Lobo dalam keterangan resmi, Jumat (14/9/2018).

Mengenai penambahan kuota, kata Lobo, sesuai ditentukan dengan mempertimbangkan kebutuhan serta permintaan dari Pemerintah Daerah.

"Pihak Pemerintah Daerah dapat mengajukan permohonan yang dikirimkan ke BPH Migas dan kemudian akan dihitung serta disusun berdasar kebutuhan permintaan," ujar Lobo.

Selain penambahan kuota, Lobo juga menjelaskan alternatif lain untuk masyarakat agar mudah mendapatkan BBM. Yakni dengan mendirikan sub penyalur dengan mekanisme pengajuan pembelian ke SPBU oleh kelompok masyarakat dimana ongkos angkutnya di tentukan oleh Bupati setempat hingga sampai ke nelayan.

Sementara Regional Manager Retail Fuel Marketing PT Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Fanda Chrismianto berharap dengan diresmikannya SPBU-N ini membuat masyarakat tidak lagi antri bebarengan dengan para pembeli di Agen Premium Minyak Solar (APMS).

Fanda mengatakan, kebutuhan masyarakat nelayan diharapkan dapat tercukupi sehingga dapat berkontribusi bagi perbaikan taraf hidup masyarakat Teluk Bintuni khususnya komunitas nelayan.

"Dengan harga premium Rp 5.150 dan Rp 6.450 tentu biaya operasional bahan bakar dapat turun mencapai 50 persen dan kami berharap agar hasil tangkapan dan produktivitas nelayan di Teluk Bintuni ini semakin membaik," ujar Fanda.

Sebelum adanya program ini, harga BBM di pengecer bervariasi di kisaran harga Rp10.000,00 hingga Rp13.000,00. Setelah program ini berjalan, masyarakat dapat menikmati harga yang sama dengan wilayah lainnya. [hid]

Komentar

x