Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 10:26 WIB

Ini yang Bikin Petani Tembakau Probolinggo Girang

Minggu, 16 September 2018 | 12:30 WIB

Berita Terkait

Ini yang Bikin Petani Tembakau Probolinggo Girang
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Probolinggo - Hari-hari ini, petani tembakau di Probolinggo, Jawa Timur dilanda rasa senang. Ya, lantaran harga tembakau rajang tembus tinggi hingga Rp40.000 per kilogram (kg).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Perkebunan Semusim Evi Rosellawati, Minggu (16/9/2018), mengatakan, lahan tembakau yang masuk musim tanam (MT) 2018 di Probolinggo, mencapai 10.774 hektar.

"Petani merasa sangat bersyukur karena harganya sangat tinggi dan ini menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi para petani tembakau, sehingga diharapkan harganya terus naik seiring dengan meningkatnya kualitas tembakau," kata Hasyim di Kabupaten Probolinggo.

Diakui Hasyim, hasil tembakau saat ini, cukup bagus karena didukung cuaca dan kualitas tembakau yang mumpuni seiring pengembangan budidaya. Saat ini, petani sudah menerapkan good agricultural practices (GAP), atau budi daya tanaman yang baik sesuai standar yang ditentukan.

"Mulai dari pemilihan benih sehat, bermutu dan bersertifikat, kemudian pemupukan tepat waktu dan tepat dosis hingga penanganan pascapanen. Hal itu mampu menghasilkan tembakau yang berkualitas, sehingga harganya menembus Rp40.000 per kilogram di tingkat petani," tutur Hasyim.

Dalam hal pemasaran, lanjut dia, petani tembakau sudah tidak tergantung kepada gudang saja, karena saat ini sudah ada tengkulak yang mengambil langsung hasil panen tembakau petani. Kalau selalu menggantungkan kepada pihak pabrikan, kata dia, dikhawatirkan hasil panen petani tidak terambil.

"Tentunya ini menjadi solusi tatkala over produksi dan terjadi penawaran permintaan (supply demand) yang tidak seimbang. Dalam hal itu untuk mengantisipasi saat hasil panen petani banyak, tidak sampai rugi dan harganya bisa bersaing, terlebih kualitas dan mutu tembakaunya sudah bagus," kata Hasyim.

Ia berharap, harga tembakau di Probolinggo bisa stabil alias tidak longsor. Dengan harga saat ini, petani tembakau untung besar. Selain itu, gudang-gudang bisa memberikan harga yang sepadan dengan kualitas tembakau petani yang memang bagus.

"Mudah-mudahan harga tembakau bisa stabil demi meningkatkan kesejahteraan petani tembakau yang ada di Kabupaten Probolinggo," ujarnya.

Evi mengatakan, para petani yang melakukan penanaman tidak sesuai dengan rencana tanam, dilarang protes ketika panen harganya anjlok dan tidak terserap gudang. Karena, pihaknya sudah menyampaikan bahwa penanaman seharusnya dimulai pada Mei 2018, sehingga September sudah bisa panen.

Naiknya harga tembakau hingga tembus Rp40.000 per kilogram itu banyak dirasakan oleh para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo, salah satunya Busri, petani tembakau asal Desa Matekan, Kecamatan Besuk.

"Alhamdulillah saat ini harga tembakau cukup tinggi. Semoga bisa stabil dan tidak anjlok sampai Rp32.000 per kilogram, karena dengan luas lahan banyak yang belum panen dan dengan harga segitu tentunya petani sudah rugi. Semoga saja pihak gudang benar-benar bisa memahami kondisi petani tembakau saat ini," ujarnya.

Ia berharap cuaca juga mendukung sehingga proses penjemuran tembakau rajangan bisa cepat kering. Cuaca yang tidak bersahabat dapat mempengaruhi kualitas tembakau saat proses pengeringan. [tar]

Komentar

x