Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 23:38 WIB
Hightlight News

Inilah Manfaat AM WB-IMF di Bali

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 18 September 2018 | 07:03 WIB

Arahkan Topik Diskusi

Inilah Manfaat AM WB-IMF di Bali
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia akan mendorong pembahasan terkait dengan strategi global untuk mendorong pembangunan infrastruktur di negara berkembang dan pembahasan terkait human capital dalam Annual Meetings yang berlangsung pada 8–14 Oktober 2018.

Demikian disampaikan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, selaku Ketua Panitia Nasional dalam forum AM IMF WBG 2018, dalam bahan tertulis untuk Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Menakar Manfaat AM IMF-WBG 2018” di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Jakarta, Senin (17/9/2018).

Berkaitan dengan upaya mendorong pembangunan infrastruktur, Menko Kemaritiman menekankan secara khusus pada hal terkait urbanisasi. Mengingat, kata dia, banyak negara berkembang termasuk Indonesia  saat ini mengalami proses urbanisasi yang sangat pesat

“Kondisi itu harus didukung dengan ketersediaan layanan publik untuk menjadikan wilayah urban sebagai kawasan yang layak huni dan memiliki potensi ekonomi untuk menyerap lapangan kerja,” katanya seperti mengutip dari laman resmi Kementerian Kominfo.

Sementara itu terkait pembahasan human capital, Menko Kemaritiman menekankan kaitan paga kondisi di era disruption dari perkembangan ekonomi digital saat ini. Yakni, sambung dia, bagaimana menyiapkan generasi muda untuk dapat bersaing di era ekonomi digital.

"Sesuai Instruksi Presiden bahwa momentum kehadiran ’dunia’ ke Bali bulan Oktober 2018 wajib dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi investasi dan wisata,” katanya.

Selain itu, Menko Kemaritiman mengingatkan bahwa Indonesia juga perlu memastikan bahwa posisinya sebagai tuan rumah dan Ketua dari Development Committee Bank Dunia. Agar pembahasan itu, kata dia mengutip Presiden, dimanfaatkan untuk membantu penyelesaian masalah-masalah dunia di bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan.

Sedangkan terkait upaya mempromosikan Indonesia sebagai destinasi investasi dan wisata, Menko Kemaritiman menjelaskan, Indonesia berkepentingan untuk menunjukkan berbagai pencapaian Indonesia dalam sejumlah agenda pembangunan seperti infrastruktur dan human capital, serta keragaman destinasi pariwisata dan kekayaan seni, budaya dan kerajinan Indonesia.

“Dan yang tidak kalah penting adalah menunjukkan keramahan bangsa Indonesia dalam menyambut para tamu asing yang datang dari seluruh negara di dunia dan agar mereka merasa aman dan nyaman selama berkunjung di Indonesia,” tuturnya.

Diketahui, dalam hal substansi, Menteri Keuangan Indonesia saat ini menjabat sebagai Ketua Development Committee Bank Dunia yang merupakan forum tertinggi para Menteri Keuangan dari 189 negara anggota Bank Dunia. Forum itu berfungsi sebagai penentu arah kebijakan strategis pembangunan Bank Dunia yang telah menghasilkan berbagai inisiatif penting terkait agenda pembangunan global seperti penanganan risiko pandemik dan dukungan bagi para pengungsi global.

"Forum ini juga mendorong dilanjutkannya reformasi Bank Dunia untuk meningkatkan keterwakilan negara-negara berkembang dalam governance Bank Dunia,” katanya.

Selain itu, Menko Kemaritiman mengatakan, Indonesia saat ini juga menjabat sebagai Executive Director di kantor pusat IMF maupun Bank Dunia di Washington DC. Posisi Indonesia sebagai Executive Director itu, sambung dia, mewakili 11 negara di kawasan Asia dan Pasifik dan berperan untuk menyetujui setiap kebijakan IMF dan Bank Dunia.  

"Dapat saya tambahkan bahwa dalam beberapa kali kunjungan saya ke kantor pusat IMF dan Bank Dunia di Washington DC saya juga menemukan banyak sekali Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai profesional dan Indonesia merupakan salah satu negara yang warga negaranya paling banyak bekerja di IMF dan Bank Dunia,” ujarnya.

 

1 2

Komentar

x