Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 18:17 WIB

Pasca Gempa Lombok

Bos Pertamina Sumbang 250 Rumah Transisi

Selasa, 18 September 2018 | 18:09 WIB

Berita Terkait

Bos Pertamina Sumbang 250 Rumah Transisi
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Lombok Utara - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengunjungi korban gempa 7 SR di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) Selasa, (18/09/2019).

Kunjungan kedua ini, selain meninjau kondisi terakhir pengungsi di Posko Peduli Pertamina, juga menyerahkan bantuan pembangunan rumah transisi bagi korban gempa.

Kunjungan Nicke ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini para pengungsi yang berada di 3 (tiga) Posko Peduli Pertamina, yakni Desa Terengan, Kecamatan Pamenang, Lombok Utara.

Nicke didampingi Persatuan Wanita Patra (PWP), secara simbolik menyerahkan bantuan berupa rumah transisi kepada korban gempa. Selain itu, Nicke memberikan bantuan untuk Pondok Pesantren dan Masjid, serta kebutuhan logistik untuk membangun masyarakat Lombok.

"Pertamina sangat peduli dengan kondisi saudara saudara kita yang masih berada di lokasi pengungsian. Mereka tentu mau kembali ke rumah, tapi terpaksa bertahan karena sudah tidak punya rumah sama sekali," kata Nicke, dalam rilis kepada media, Jakarta, Selasa (17/9/2018).

"Pertamina terus membangun berbagai fasilitas penunjang di pengungsian, terutama sarana air bersih yang kini menjadi lebih mudah diakses. Selain itu, MCK juga sudah dibangun dan dimanfaatkan oleh para pengungsi," imbuh Nicke.

Saat ini, menurut Nicke Widyawati berdasarkan data terakhir pengungsi yang masih bertahan di Posko Pertamina Peduli sebanyak 1.670 jiwa.

Jumlah ini sudah mulai berkurang dari sebelumnya yang berjumlah 2.806 jiwa, karena sebagian sudah kembali ke tempat tinggal masing-masing. Mereka yang masih tinggal di Posko Pengungsian, karena rumahnya tidak bisa lagi ditinggali dan benar-benar sudah hancur atau rusak berat.

Di posko dua sudah banyak tenda yang kosong, hanya beberapa saja yang masih dihuni. Dapur umum semula ada di semua posko sekarang sudah disatukan di Posko satu untuk melayani para pengungsi yang masih bertahan. Sejumlah relawan juga masih melayani para pengungsi dengan melakukan kegiatan trauma healing terhadap anak-anak.

"Pertamina juga sedang membangun sekolah darurat agar anak-anak para pengungsi dapat terus belajar sebelum sekolah permanen selesai di bangun di wilayah ini," jelas Nicke.

Dari Posko pengungsian, Nicke melanjutkan peninjauan lokasi pembangunan 200 unit rumah transisi yang dibangun di 2 (dua) lokasi. Sebanyak 100 unit di Dusun Tanah Ampar dan 100 unit Dusun Karang Montong, Desa Terengan, Kecamatan Pamenang, Lombok Utara. Lahan yang dbangun adalah lahan milik warga yang meminjamkan dengan diketahui oleh dusun.

Rumah transisi ini dibangun Pertamina bekerja sama dengan BUMN Karya, PT Adhi Karya sebagai pelaksana pembangunan. Pembangunan rumah transisi menggunakan skema padat karya, untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.

Pertamina dan Adhi Karya yang membuat desain dan layout bangunan, termasuk letak MCK, sementara pelaksananya adalah para pekerja lokal. Dengan program ini, pembangunan diharapkan akan lebih cepat, sekaligus membangkitkan ekonomi masyarakat.

Pembangunan rumah tansisi dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama, sebanyak 100 rumah dibangun pada 7-21 September 2018 di lahan seluas 60 are, atau setara 6.000 meter-persegi. Untuk tahap dua, dibangun 100 rumah pada 22 September-6 Oktober 2018 di atas lahan seluas 80 are, atau setara 8.000 meter-persegi.

Sumber pendanaannya sendiri, selain dari alokasi CSR Pertamina, sebagian pendanaan berasal dari Charity Run, event lari di internal Pertamina yang diselenggarakan oleh Direktorat Keuangan beberapa waktu lalu. Hal ini menunjukkan, kepedulian para pekerja Pertamina terhadap korban Lombok begitu tinggi. "Harapan kami di akhir bulan ini para pengungsi yang masih ada di tenda penampungan sudah mulai bisa menempati rumah transisi," pungkas Nicke. [ipe]

Komentar

x