Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 14:44 WIB

Tahun Politik Subsidi Solar Naik Gopek per Liter

Rabu, 19 September 2018 | 03:29 WIB

Berita Terkait

Tahun Politik Subsidi Solar Naik Gopek per Liter
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah dan Komisi VII DPR menyepakati asumsi dasar makro sektor ESDM dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

"Ini yang sudah kami (DPR) putuskan dengan Pak Menteri, setelah melalui pembahasan maraton," ujar Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu dalam rapat kerja bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Asumsi untuk harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) ditetapkan US$70 per barel. Jauh di atas asumsi APBN 2018 yang dipatok US$48 per barel.

Sementara untuk lifting migas ditetapkan 2.025 ribu barel setara minyak per hari. Terdiri dari minyak bumi sebesar 775 ribu barel per hari (bph), dan gas bumi sebesar 1.250 ribu barel setara minyak per hari.

Dibanding APBN 2018, asumsi lifting minyak mengalami penurunan 25 ribu bph. Sedangkan lifting gas bumi justru dikerek 50 ribu barel setara minyak per hari. Untuk penggantian biaya operasi migas alias cost recovery pada 2019 dipatok sebesar US$8 miliar hingga US$10 miliar.

Sementara, volume BBM bersubsidi ditetapkan 15,11 juta kiloliter (KL), terdiri dari minyak tanah 0,61 juta KL dan minyak solar 14,5 juta KL. Untuk volume elpiji bersubsidi (3 kg) ditetapkan naik menjadi 6,978 juta metrik ton dari 2018 sebesar 6,45 juta metrik ton.

Subsidi tetap minyak solar (gas oil 48) mengalami perubahan menjadi Rp2.000 per liter. Naik ketimbang 2018 yang ditetapkan Rp1.500 per liter. Sedangkan subsidi listrik disetujui Rp57,67 triliun.

Menanggapi putusan tersebut, Jonan merespons positif. "Kami menerima baik hasil ketetapan ini dan kami sangat menganjurkan sekiranya pimpinan Komisi VII DPR RI untuk menyampaikan segera ke Banggar (Badan Anggaran) DPR," kata Jonan.

Di samping menetapkan asumsi dasar sektor ESDM, Jonan dan Komisi VII DPR menyepakati alokasi anggaran Kementerian ESDM dalam RAPBN 2019 sebesar Rp4,9 triliun.

Raker tersebut juga sepakat akan melakukan dikusi focus group discussion (FGD) antara pemerintah, DPR RI, BUMN dan pihak swasta terkait demi merealisasikan program dan kegiatan sektor ESDM agar tepat sasaran. [tar]

Komentar

x