Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 09:11 WIB

PT Kereta Api Pastikan Bisa Pakai B20

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 20 September 2018 | 11:53 WIB

Berita Terkait

PT Kereta Api Pastikan Bisa Pakai B20
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selesai melakukan uji coba penggunaan B20 pada lokomotif kereta api. Hasilnya kereta api bisa menggunakan B20.

Menurut Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perekonomian Sumber Daya Alam, Dadan Kusdiana, uji coba yang dilakukan dengan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT KAI tak menemukan hal yang khusus pada kereta api.


"Tidak menemukan hal-hal khusus, kecuali temuan-temuan yang dari dulu sudah pahami waktu di otomotif, misalnya akan membutuhkan bahan bakar 1%-2% lebih banyak, yang gitu-gitu yang kita temukan," kata Dadan, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Sementara data Ditjen EBTKE, sejak digunakan B20 oleh lokomotif kereta api pada 1-17 September konsumsi Biosolar mencapai 11.810 Kilo liter (KL). Artinya konsumsi famenya sebesar 2.362 KL.

Ada dua perusahaan yang jadi penyedia utama lokomotif di Indonesia yakni dari General Electric (GE) dan Electro Motive Diesel (EMD).

Kesuksesan penggunaan B20 di lokomotif ini bahkan akan ditindaklanjuti oleh GE, yang akan membuat kajian lanjutan di kantor pusatnya.

"Part dari mesin lokomotif yang dicopot itu juga diuji di kantor pusat mereka, bisa GE percaya sama kita, bukannya ga percaya biar bisa lebih detail dengan metode lain, untuk bisa lihat apakah partnya itu betul tidak ada masalah khusus, verifikasi. supaya fair, harus tahu kita lakukan dengan cara yang disepakati," ujar Dadan.

Lokomotif GE sendiri lanjut Dadan saat mengkonsumsi campuran B20 masih memberikan dampak pada emisi NOx (Nitrogen Oksida dan Nitrogen Dioksida) yang lebih tinggi dibanding dengan lokomotif EMD.

"GE itu emisi NOx-nya lebih jelek dibandingkan dengan pakai B0, ini sesuatu yang normal dalam engine, nanti setting engine-nya diubah," ujar dia.

Adapun kebutuhan B20 untuk sejak perluasan mandatori B20 PSO totalnya 2,8 juta KL sementara tambahannya untjk Non PSO itu 1,2 juta KL sejak 1 September hingga akhir tahun 2018. [hid]

Komentar

x