Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 09:45 WIB

Kebijakan B20 Terancam Macet

Banyak Terminal BBM Pertamina Tidak Dipasok FAME

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 21 September 2018 | 13:40 WIB

Berita Terkait

Banyak Terminal BBM Pertamina Tidak Dipasok FAME
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT (Persero) Pertamina, Nicke Widyawati bilang, 112 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) siap mengolah minyak sawit (Fatty Acid Methyl Esters/FAME) menjadi biodiesel 20% (B20).

Hanya saja dalam pelaksanaannya, kata Nicke, perseroan masih kekurangan pasokan FAME dari Badan Usaha (BU) yang memproduksi Bahan Bakar Nabati (BBN). Dari 112 terminal BBM, hanya 69 TBBM yang sudah menerima penyaluran FAME.

Artinya, masih banyak TBBM yang belum kebagian FAME khususnya yang berada di kawasan Indonesia Timur, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua, dan Sulawesi. "Seluruh instalasi Pertamina sudah siap blending B20. Namun penyaluran B20 tergantung pada suplai FAME, di mana hingga saat ini suplai belum maksimal didapatkan," kata Nicke, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Sementara, Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas'ud Khamid menjelaskan, keberhasilan Pertamina untuk mendukung program pemerintah tersebut memang sangat bergantung keberlanjutan suplai FAME dari para produsen.

Dia mencontohkan, terminal BBM Plumpang di Jakarta sepanjang 15-20 September 2018, tidak bisa optimal memproduksi B20 karena kekurangan pasokan FAME. Di sisi lain, Pertamina tetap harus memproduksi BBM demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Pertamina punya 112 terminal BBM, kami siap semua untuk mengolahnya sepanjang suplai ada dari mitra yang produksi FAME. Begitu FAME datang bisa langsung kami di-blending dan jual," ujar dia.

Mas'ud menyebutkan, total kebutuhan FAME Pertamina untuk dicampurkan ke solar subsidi dan non subsidi yaitu sekitar 5,8 juta kiloliter (KL) per tahun. "Total konsumsi solar subsidi dan non subsidi 29 juta kiloliter per tahun," jelasnya.

Terkait denda Rp6.000 per liter bagi BU BBM yang tidak melakukan pencampuran FAME, Mas'ud menyatakan, Pertamina akan berdiskusi dengan pemerintah terlebih dahulu. "Denda ini kami dukung supaya disiplin. Tapi kalau kondisi di lapangan suplai FAME-nya tidak ada, kami juga tidak bisa mengolah dan menyalurkan B20. Jadi ini harus didiskusikan lagi dengan pemerintah," ujar dia.

Mas'ud menegaskan perseroan berkomitmen terus mendukung seluruh kebijakan pemerintah. Pertamina berharap perluasan penggunaan B20 pada produk BBM Diesel ini, dapat mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan bagi kendaraan pribadi, sekaligus dapat mengurangi impor BBM sehingga akan berdampak pada perbaikan neraca perdagangan dan penggunaan devisa negara. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x