Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 09:09 WIB

Airlangga Ingin Investor Singapura Antri ke RI

Senin, 24 September 2018 | 03:09 WIB

Berita Terkait

Airlangga Ingin Investor Singapura Antri ke RI
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai investasi Singapura di Indonesia pada semester I/2018 tercatat US$5,04 miliar. Naik 38% dibandingkan periode sama di 2017. Ini peluang yang langsung ditangkap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

"Selama 50 tahun ini, hubungan bilateral (Indonesia-Singapura) telah terjalin dengan baik, terutama melalui peningkatan volume perdagangan dan investasi," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui rilis di Jakarta, Minggu (23/9/2018).

Bandingkan dengan 2017, penanaman modal dari Negeri Singa itu mencapai US$8,44 miliar. Untuk nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Singapura pada 2017 tembus US$9 miliar yang menjadikan negara jiran itu sebagai tujuan ekspor terbesar ke-lima.

Menurut Airlangga, belakangan ini, kemenperin aktif menarik investor asal Singapura untuk berbisnis di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah. "Saat ini, kami sudah memiliki lebih dari 43 tenant di KIK. Selanjutnya, kami tengah memfokuskan untuk pengembangan politeknik furnitur di kawasan tersebut," ungkap Airlangga.

Pembangunan KIK itu merupakan hasil kerja sama antara investor Indonesia dengan Singapura. Kawasan industri terintegrasi pertama di Jawa Tengah itu diproyeksikan menyerap potensi investasi sebesar Rp200 triliun.

Pada tahap pertama, lahan yang akan digarap seluas 1.000 hektare dengan target 300 penyewa dan menyerap tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang hingga 2025.

"Untuk menjadi kawasan industri terpadu, pengembangan KIK direncanakan sampai tiga tahap dengan total lahan seluas 2.700 hektare. Kawasan ini akan didukung dengan pengembangan zona industri, pelabuhan, kota fesyen, dan permukiman," paparnya.

Selain itu, menurut Airlangga, baik RI maupun Singapura sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan kejuruan, terutama untuk mengisi kebutuhan di sektor industri. "Guru dan dosen dari Indonesia telah dikirim untuk mengikuti program pelatihan vokasi di Singapura, seperti di bidang permesinan, pembangkit listrik, dan teknik otomasi industri," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya menyampaikan potensi kolaborasi RI-Singapura ke depannya akan dijalin di bidang ekonomi digital seiring dengan bergulirnya era revolusi industri 4.0.

"Salah satu prioritasnya adalah pengembangan Nongsa Digital Park di Batam sebagai wujud konkret kesepakatan kedua kepala pemerintahan untuk menjadikan Batam sebagai `digital bridge` Singapura ke Indonesia," terangnya.

Airlangga menggelar pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura Chan Chun Sing, yang turut dihadiri Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) I Gusti Putu Suryawirawan. Dalam pertemuan tersebut juga dibicarakan mengenai persiapan leaders retreat yang akan diselenggarakan di Bali pada 11 Oktober 2018. [tar]

Komentar

x