Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 21:15 WIB

Apa Kabar Daya Beli?

Sandi Nemu Tempe Sachet di Pasar Semarang

Senin, 24 September 2018 | 12:11 WIB

Berita Terkait

Sandi Nemu Tempe Sachet di Pasar Semarang
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Ada yang menarik ketika Sandiaga Uno, Cawapres Prabowo blusukan di Pasar Sebdiko, Wonodri, Semarang, Jawa Tengah. Ditemukan tempe dikemas renceng alias sachet.

Tempe yang diecer dalam kemasan sachet, jarang sekali terjadi. Karena, tempe bukanlah barang mahal. Namun kini, tempe yang berbahan baku utama kedelai, harganya fluktuatif. Karena, kedelainya adalah produk impor yang harganya mengikuti perkembangan nilai tukar dolar AS (US$).

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Senin (24/9/2018), Sandi, sapaan akrab mantan Wagub DKI Jakarta ini, menemukan tempe renceng dijual seorang pedagang bernama Yani. "Ini cara pedagang mengantisipasi kenaikan harga tempe. Jelas ini inovasi yang dilakukan Ibu Yani. Jadi bukan shampoo aja yang sachet. Tempe juga begitu," papar Sandi.

Langkah yang ditempuh Bu Yani, menurutnya, perlu diapresiasi. Para pelaku UMKM harus semakin cerdas dan kritis dalam menyikapi dinamika ekonomi terkini. Termasuk mensiasati penurunan daya beli di tengah kenaikan harga.

Ya, Sandiaga bisa jadi benar. Selama ini, tempe dijual dalam bentuk balokan memanjang dan dibungkus daun pisang.

Nah, fenomena tempe dalam potongan kecil yang dibungkus plastik transparan (sachet) ini, bisa membuktikan bahwa daya beli memang sedang terkulai. Sementara, tempe yang berbahan baku utama kedelai, harganya fluktuatif. Lantaran, kedelainya impor yang dibeli menggunakan dolar AS (US$).

Mau tahu berapa harga tempe sachet ala Bu Yani? Murah sekali hanya Rp350 per sachet. Tapi subtansinya bukan itu. Yang jelas pemerintah perlu hadir untuk menjaga ketersediaan kedelai dengan harga terjangkau. Karena, tempe adalah makanan sejuta umat yang sangat digemari wong cilik. [ipe]


Komentar

x