Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 09:02 WIB

Gaduh Impor Beras

Bulog-Kemendag-Kementan kok Dikumpulin Pengusaha?

Senin, 24 September 2018 | 13:45 WIB

Berita Terkait

Bulog-Kemendag-Kementan kok Dikumpulin Pengusaha?
Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia Franciscus Welirang - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Para pengusaha yang tergabung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengumpulkan para pemangku kepentingan, Perum Bulog, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian, Senin (24/9/2018).

Dalam diskusi yang digelar di Menara Kadin, Jakarta, membahas ketahanan pangan di Tahun Politik 2019. Acara ini dihadiri Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, dan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri.

"Kita ingin membicarakan ketahanan pangan sembilan bulan ke depan akan ada sibuk Pileg dan Pemilihan Presiden, tetapi ada hal penting menjaga ketahanan pangan dan bagi kita di Kadin adalah pembahasan terkait komoditas beras, jagung, gula dan kedelai," kata Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia Franciscus Welirang.

Franky, sapaan akrabnya, bilang, sejumlah komoditas pangan seperti beras, jagung, gula, kedelai dan ayam menjadi penting untuk diperhatikan seluruh pemangku kepentingan dalam kaitannya dengan pengendalian inflasi.

Sedangkan Budi Waseso yang akrab disapa Buwas, mengatakan, ketahanan pangan belum sepenuhnya tercapai. Saat ini, Indonesia masih membuka impor beras.

Kata Buwas, pemerintah belum bersinergi untuk benar-benar menghentikan impor. "Saya miris negara agraris besar masa pangan impor. Apalagi kalau saya jadi petani, seolah-olah kita tidak berpihak ke petani. Jadi bagaimana kita berpikir sinergi membangun ketahanan pangan," kata Buwas.

Hal yang sama diungkapkan Rosan bahwa selain ketahanan pangan, Indonesia juga harus memenuhi target sebagai lumbung pangan dunia pada 2045."Yang paling penting juga bersamaan dengan meningkatkan kesejahteraan para petani. Itu penting, karena hal itu bisa terwujud dengan kerja sama semua pihak, pengusaha dan pengambil kebijakan," kata Rosan.

Pekan lalu, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bilang, Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan Menko Perekonomian Darmin Nasution untuk mengumpulkan Manteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Dirut Perum Bulog Budi Waseso untuk membahas polemik impor beras.

"Secepatnya Presiden (meminta) supaya Menteri Koordinator mengundang," kata kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Moeldoko mengatakan, pada prinsipnya tak ada yang salah dengan kebijakan impor beras jika kebutuhan dalam negeri tak tercukupi. Perseteruan antara Buwas dengan Enggar hanyalah soal komunikasi. "Sebentar lagi mau diundang menteri koordinator ekonomi untuk duduk sama-sama. Enggak boleh begitu (ribut-ribut di publik). Semuanya harus berkoordinasi dengan baik," kata Moeldoko.

Sementara itu, Darmin memastikan bahwa pertemuan antara Budi Waseso dan Enggar akan digelar dalam waktu dekat. Pertemuan itu juga akan diikuti Menteri Pertanian Amran Sulaiman. "Saya masih cari waktu," kata Darmin. [tar]

Komentar

x