Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 23:45 WIB
Hightlight News

Total Keseluruhan Rp1,03 T

DPR Terima Data Penyimpangan Proyek Tanjung Priok

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 26 September 2018 | 13:01 WIB

Kepastian Hukum

DPR Terima Data Penyimpangan Proyek Tanjung Priok
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo menerima data penyimpangan sebagai hasil pemeriksaan investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pembangunan Terminal Peti Kemas Kalibaru Utara tahap I Pelabuhan Tanjung Priok, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya pada PT. Pelindo II (persero).

BPK menyimpulkan terdapat berbagai penyimpangan yang mengakibatkan terjadinya indikasi kerugian keuangan negara sebesar Rp335,59 miliar dan 46.530,45 ribu dolar Amerika Serikat (ekuivalen Rp697,16 miliar) dengan total keseluruhan mencapai Rp1,032 triliun. Selain itu, ditemukan pula potensi kerugian keuangan negara sebesar Rp440,211 miliar.

“Laporan hasil investigatif ini saya terima secara resmi dari BPK. Selanjutnya, akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI untuk diserahkan kepada Pansus Pelindo II. Pansus Pelindo II nantinya akan menyerahkan laporan hasil investigatif BPK kepada para penegak hukum seperti KPK, kepolisian maupun kejaksaan,” ujar Ketua DPR RI usai menerima Ketua BPK dan jajarannya di Ruang Kerja Ketua DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9/2018) seperti mengutip dari dpr.go.id.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua BPK RI Moermahadi Soerja Djanegara, Anggota BPK RI Eddy Mulyadi Soepardi, Auditor Utama Investigasi BPK RI I Nyoman Wara, Sekretaris Jenderal BPK RI Bahtiar Arif, Ketua Pansus Pelindo II DPR RI Rieke Diah Pitaloka dan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Robert Kardinal.

Bamsoet, sapaan akrab Ketua DPR RI ini menyampaikan berbagai penyimpangan yang ditemukan BPK. Pertama, penyimpangan dalam penganggaran, yaitu tidak adanya sinkronisasi Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Kedua, penyimpangan dalam perencanaan berupa pekerjaan survei investigasi dan desain oleh PT. LAPI ITB. Ketiga, penyimpangan dalam pekerjaan redesain oleh PT. LAPI ITB.

“Keempat, penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan terminal petikemas Kalibaru Utara tahap I Pelabuhan Tanjung Priok oleh PT Pembangunan Perumahan. Kelima, penyimpangan dalam pengawasan atas pekerjaan jasa konsultan supervisi pembangunan terminal Petikemas Kalibaru Utara Tahap I oleh PT Haskoning Indonesia. Keenam, penyimpangan dalam pekerjaan pembangunan gardu induk 150 kv oleh PT Hutama Karya,” papar Bamsoet.
 

1

Komentar

x