Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 19:13 WIB

Aksi Pertamina Menjawab 1,2 Juta Ton Sampah Jatim

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 26 September 2018 | 14:29 WIB
Aksi Pertamina Menjawab 1,2 Juta Ton Sampah Jatim
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Probolinggo -PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Hulu Energi West Madura Off Shore (PHE WMO) terus melakukan aksi pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Khususnya, untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah yang besarnya mencapai 1,2 juta ton per tahun di Jawa Timur.

General Manager Pertamina Hulu Energi West Madura Off Shore, Kuncuro Kukuh menyatakan, PHE WMO memiliki 3 program unggulan untuk menjawab masalah sampah di Jawa Timur.

PHE WMO pun mengubah pola pikir masyarakat tentang sampah yang sering disebut sebagai musibah menjadi berkah. Ketiga program ini keberhasilannya telah diakui pada tingkat nasional, sehingga selama 2 tahun berturut-turut PHE WMO mendapat penghargaan Proper Emas.

"Kami memiliki tiga program CSR PHE WMO yang selama ini dilaksanakan secara konsisten yakni "Sinergi Bahari" yang terdiri dari Program Merubah Limbah Jadi Berkah, Kampung Hijau Sumber Rejeki di Gresik, Program Si Komo Pasir (Aksi Konservasi Mangrove Berbasis Pesisir) di Taman Pendidikan Mangrove (TPM) Labuhan dan Program Air Bersih Berkelanjutan - HIPPAM Sumber Barokah di Bangkalan, Madura," ujar Kuncoro.

Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Konservasi Nasional di Tepi Pantai Paiton, Probolinggo, Selasa (25/9/2018) menyatakan, sampah plastik di Jatim tiap tahunnya mencapai 1,2 juta ton.

Hanya 30 persen yang masuk pengelolaan sampah, sisanya, mencemari lingkungan, termasuk pantai dan laut. Karenanya perlu peranan semua pihak, untuk menyelesaikan masalah sampah dan limbah di Jatim ini.

Gus Ipul pun mengajak mengajak semua pemangku kepentingan mengelola lingkungan dengan baik. Jika berhasil, masyarakat tidak hanya melestarikan lingkungan, lebih dari itu bisa mengembangkan menjadi objek wisata alam yang memberikan penghasilan bagi masyarakat.

Salah satu contohnya adalah pengelolaan lingkungan di Pantai Bangring, Banyuwangi. Dulu pantai itu amburadul, terumbu karangnya rusak. Kini pantai itu bersih, terumbu karang ditanam dengan baik.

"Hasilnya, jadi objek wisata andalan di Banyuwangi. Dikunjungi wisatawan, memberi kehidupan bagi masyaraka. Kalau mau, kita bisa mengelola lingkungan dengan baik, melestarikan lingkungan sekaligus memberi nilai ekonomi yang besar bagi masyarakat," ungkap Gus Ipul.

Peda Peringatan Hari Lingkungan Hidup dengan tema "Bersama Kendalikan Sampah Plastik" ini, Gus Ipul memberikan penghargaan kepada 17 perusahaan, 19 sekolah, dan 5 pegiat lingkungan hidup.

Salah satunya perusahaan yang mendapatkan penghargaan adalah Pertamina Hulu Energi West Madura Off Shore (PHE WMO), yang beroperasi 60 mill di lepas pantai Madura. Penghargaan dari Pemprov Jawa Timur ini merupakan ke-7 kalinya diterima PHE WMO karena perannya dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

"Penghargaan ini merupakan apresiasi dari pemerintah Jatim, kepada mereka yang peduli lingkungan, mengingat jumlah sampah di Jatim tiap tahunnya terus meningkat," ujar Gus Ipul.

Pada acara yang diisi kegiatan Kemah Hijau, bersih-bersih pantai, aksi pembibitan terumbu karang di Pantai Binor, Paiton itu, PHE WMO menyerahkan bantuan perahu karet untuk Pemprov Jatim yang diterima Kepala Dinas LH Prov. Jatim, Dr. Ir. Diah Susilowati, MM. Bantuan perahu karet ini bagian dari dukungan PHE WMO terhadap usaha pengelolaan lingkungan yang lebih baik. [jin]

Komentar

x