Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 21:19 WIB

IUPK Sementara Freeport masih Diperpanjang

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 1 Oktober 2018 | 15:18 WIB

Berita Terkait

IUPK Sementara Freeport masih Diperpanjang
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memperpanjang Izin Usaha Pertamtangan Khusus (IUPK) sementara PT Freeport Indonesia.

Dirjen Mineral dan Batu Bara pada Kementerian ESDM, Bambang Gatot mengatakan, perpanjanhan IUPK sementara untuk satu bulan kedepan. IUPK sementara diberikan karena proses transaksi divestasi 51% saham Freeport McMoran Inc belum selesai.

"Sudah, satu bulan (sampai 31 Oktober 2018). Namanya satu bulan," kata Bambang di ESDM, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Sebelum PT Inalum melunasi pembayaran atas divistasi 51% saham PT Freeport McMoran Inc. senilai US$ 3,85 miliar, memang ESDM masih memberikan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) sementara. Sementara IUPK permanen akan dikeluarkan ESDM setelah Inalum melunasi semua pembayaran.

Bambang mengatakan pemerintah menargetkan pelunasan divestasi pada November 2018 meskipun tenggat waktunya 6 bulan setelah SPA.

Sementara, progres pembangunan smelter ia mengamini masih belum ada perkembangan. Menurut dia, smelter masih sama seperi bulan Mei 2018.

"Masih sama seperti bulan Mei, kemarin laporan terakhir periode 6 bulannya belum dilihat lagi. yang terakhir yang waktu di dpr itu," ujar dia.

Sementara dalam Undang-Undang Mineral dan Batu bara tahun 2009, pemerintah mewajibkan seruh perusahaan, termasuk PT Freeport membangun smelter dan tidak lagi mengekspor bahan mineral mentah.

Guna melaksanakan kewajiban ini, perusahaan diberikan waktu selama lima tahun hingga 2014. Namun, kebijakan ini belum bisa dilakukan karena pembangunan smelternya belum terlaksana 100%.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekarang ini masih mengevaluasi kemajuan rencana pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) PT Freeport Indonesia.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Susigit mengatakan, pembangunan smelter PT Freeport baru 2,47%.

"Kemarin kalau ngga salah sudah nambah kira-kira mencapai 2,47 persen. Tapi ini kan belum selesai evaluasinya," kata Bambang di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Menurut dia, pembangunan smelter Freeport ini ditopang oleh beberapa studi. Misalnya lokasi smelter di Java Integreted Industrial and Ports Estate (JIIPE).

"(Lokasi) Di pinggir pantai. Jadi kalau jalan, itu sebelah kiri. Yang sudah dibuat kubangan air. Ada soil test, tes pemancangan, sudah ada studi geo tech, dan juga sudah ada basic desain. Tapi kan memang lokasi itu sewa. Karena kawasan industri, sewa ke JIIPE. Ngga boleh dimiliki," ujar dia.

Bambang mengamini, capaian ini memang belum maksimal. "Iya, belum ada progres yang signifikan. Kan belum selesai," kata dia.

Direktur Eksekutif Freeport, Tony Wenas mengamini, pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur baru 95% dari targetnya. Perusahaan asal Amerika Serikat menargetkan pembangunan smelter mencapai 5,18 % pada Agustus 2018. "Masih 95% dari rencana," kata Tony. [jin]

Komentar

x