Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 21:21 WIB

Rupiah Makin Anjlok, Kapan JKW Rombak Tim Ekonomi?

Rabu, 3 Oktober 2018 | 00:29 WIB

Berita Terkait

Rupiah Makin Anjlok, Kapan JKW Rombak Tim Ekonomi?
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus saja menggilas rupiah. Perdagangan Selasa (2/10/2018), kurs ditutup Rp15.042 per US$. Muncul saran agar Presiden Joko Widodo mengevaluasi tim ekonominya.

Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli, sudah meramalkan bahwa posisi nilai tukar mata uang Garuda bakal terus-terusan anlok. Ketika rupiah bertengger di level Rp15.042 per US$, menurutnya baru permulaan. Ya, maksudnya bakal lebih berdarah-darah di kemudian hari.

Kata Rizal, anjloknya nilai tukar rupiah tidak semata-mata didorong faktor eksternal. Namun, kebijakan tim ekonomi pilihan Presiden Jokowi, dinilainya kurang oke. "Ini baru awal doang Rp 15.000. Langkah Menkeu, Menko, dan menteri ekonomi lainnya behind the curve. BI saja yang ahead the curve," ujar Rizal.

Kata Rizal, selama ini, langkah yang diambil pemerintah dalam memperbaiki perekonomian, cenderung mundur alias behind the curve. Hanya Bank Indonesia (BI) yang menurutnya masih memiliki langkah maju, dengan menaikkan suku bunga acuan.

Pakar ekonomi dan komunikasi politik, Emrus Sihombing menilai, pemerintah perlu lebih berhati-hati dalam menentukan formula ekonomi, mengatasi liarnya dolar AS.

sejauh ini, menurut Emrus, tim ekonomi pilihan Presiden Jokowi, belum memiliki solusi yang komprehensif dalam meredam berbagai faktor yang mengakibatkan rupiah tidak berdaya. Apalagi, pelemahan rupiah menggerus cadangan devisa Indonesia.

"Terlebih, The Fed bakal terus menaikkan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan. Ini memang diakui sebagai faktor eksternal namun tim ekonomi harus sudah bersiap dan meramu formula terbaik untuk rakyat Indonesia," ujar Emrus di Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Emrus mengatakan, pemerintahan Jokowi, tidak perlu bimbang apalagi ragu dalam mengevaluasi kinerja tim ekonomi. Apabila dirasakan ada menteri yang tidak berperforma mumpuni, ya diganti saja alias reshuffle.

"Siapapun ekonom atau pakar ekonomi yang mampu menyelesaikan persoalan ekonomi bangsa ini dan memberikan formula yang lebih baik, maka tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menutup mata sekalipun opsi itu ialah presiden melakukan reshuffle kabinet," tegasnya.

Diharapkan, formula ekonomi tersebut dapat memperkuat rupiah, sekaligus menahan laju fluktuasi dollar AS dan berdampak mempertahankan cadangan devisa serta muaranya memperbaiki fundamental ekonomi nasional. [tar]

Komentar

x