Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 16 Desember 2018 | 21:17 WIB

Sekalipun Rupiah Rp15.000/US$, Ani Tetap Pede

Rabu, 3 Oktober 2018 | 09:27 WIB

Berita Terkait

Sekalipun Rupiah Rp15.000/US$, Ani Tetap Pede
Menteri Keuangan Sri Mulyani - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani percaya diri alias pede, perbankan nasional masih cukup kuat merespon pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus titik psikologis baru Rp15.000 per US$.

"Kita lihat dari `capital adeqequacy ratio`-nya mereka, dilihat dari non performing loan mereka, dilihat dari landing rate mereka, semuanya sampai dengan bulan Oktober ini dan tampaknya menyesuaikan terhadap angka Rp15.000 terjadi secara cukup baik," kata Sri Mulyani kepada pers di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Pihaknya menyatakan bersama-sama dengan Bank Indonesia dan Menko Perekonomian terus melihat perkembangan rupiah. Dia menilai perkembangan ini tentu akan direspon oleh para pelaku ekonomi. "Di satu sisi, kita akan melihat terus indikator-indikator yang menopang perekonomian kita. Umpamanya, kalau dari sisi perbankan, apakah sektor perbankan kita cukup kuat dan terus akan bisa menyesuaikan dengan nilai 15.000 ini," kata Sri Mulyani yang akrab disapa Ani itu.

Dia melihat, dari sektor riil dimana pertumbuhan ekonomi hingga kuartal III diperkirakan cukup tinggi. "Kemarin inflasi mengalami penurunan, deflasi, dan pertumbuhan dikontribusikan dari sektor konsumsi, investasi dan pada tingkat tertentu adalah ekspor dan belanja pemerintah yang saya sampaikan tumbuh 8 persen bisa memberikan kontribusi yang bagus," katanya.

Dari sisi kestabilan secara umum, kata dia, tentu Bank Indonesia akan terus mengelola nilai tukar ini sehingga bisa mengawal perekonomian dan menyesuaikan dengan tingkat ekuilibrium baru. "Kita tentu semua berharap dan terus akan menjaga dengan menggunakan instrumen yang ada," kata Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, kemenkeu akan menggunakan instrumen APBN, fiskal dalam menjaga perekonomian, baik dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, meningkatkan stabilitas dan juga melindungi kelompok masyarakat yang paling rawan.

"Saya melihat ini suatu tingkat yang harus kita lihat secara seksama, namun juga saya harus melihat penyesuaian terhadap level normalisasi dari kebijakan moneter Amerika yang berdampak terhadap rupiah, bisa berjalan cukup baik," kata Sri Mulyani yang pernah menjadi menkeu di era SBY itu. [tar]

Komentar

x