Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 09:50 WIB

Dolar AS Tembus 15 Ribu, Ekspor Pertanian Digenjot

Rabu, 3 Oktober 2018 | 17:16 WIB

Berita Terkait

Dolar AS Tembus 15 Ribu, Ekspor Pertanian Digenjot
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan keperkasaannya. Bergerak pada kisaran Rp15.050 hingga Rp15.090 har ini.

Level tersebut membuat posisi dolar AS terhadap rupiah menjadi yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Dolar menembus level psikologis baru ini sejak Selasa (2/10/2018) kemarin.

Pemerintah memanfaatkan kondisi ini dengan memberi insentif kepada pengusaha, untuk mendorong ekspor khususnya produk pangan. Insentif itu antara lain kemudahan dalam pengurusan ijin ekspor .

Ini dirasakan Muhammad Bayu Vesky, Direktur Kerjasama Antar Lembaga PT Bumi ALam Sumatera, perwakilan dari 10 pengusaha yang mengekspor 10 ribu ton manggis Sumatera Barat ke Cina.

Menurut dia, Kementerian Pertanian (Kementan) sangat serius mendorong ekspor. Ia mengaku membuktikan sendiri, dari pembinaan petani hingga pengurusan izin yang begitu cepat.

"Bayangkan dalam 38 hari, kami sudah dua kali ekspor manggis ke China via ke Bandara Minangkabau. Hari ini kami kirim lagi dua truk," ungkap Bayu di Jorong Sawah Laweh, Nagari Tungka, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (2/10/2018) kemarin.

Selain cepat, Bayu juga mengaku tidak mengeluarkan biaya satu rupiah pun untuk mengurus berbagai proses itu.

"Ini hebatnya Bapak Menteri (Amran). Saya yakin, karena Menteri Pertanianya antikorupsi, kami mengurus izin tidak ada biaya Rp 1 pun. Petugas Karantina dan tim Ditjen Hortikultura yang mengawal tidak ada biaya yang kami keluarkan sedikit pun, semuanya gratis," terang Bayu.

Dan, untuk lebih meningkatkan daya saing, Bayu berharap penanganan manggis ekspor ke depan mulai dari kebun, packing house hingga proses distribusi bisa dipercepat.

"Bukan karena selama tidak dipercepat, hanya saja muncul kekhawatiran manggis dalam negeri tidak bisa berkompetisi di negara tujuan ekspor karena layu," jelasnya.

Mendengar curhatan Bayu saat melepas ekspor 10 ribu ton manggis ke Cina kemarin, Menteri Amran memerintahkan Karatina Padang dan pemangku kepentingan memangkas pengurusan izin ekspor yang panjang menjadi seminggu.

"Ini perintah Bapak Presiden Joko Widodo, jangan persulit petani yang ingin berkembang. Kalau lebih seminggu hubungi saya, biar saya yang telusuri," tegas Amran.

Amran menjelaskan selama ini penyederhanaan sudah dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menjelaskan ekonomi tumbuh karena dua hal, yaitu ekspor dan ekspansi.

"Di pertanian tumbuh ekspor menjadi 24 persen atau setara 441 triliun. Kami target tahun ini akan meningkat lagi," ucapnya.

Dengan keberhasilan ekspor itu, Amran mengimbau semua kalangan melakukan gerakan masif memajukan pertanian.

"Jika pertanian maju, ekonomi nasional akan semakin baik . Sektor pertanian salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi," katanya bangga.

Anggota Komisi IV DPR RI Oo Sutisna menyebut ekspor 10 ribu ton manggis Sumatera Barat ke Cina sebuah kabar gembira di tengah penguatan Dolar AS terhadap Rupiah.

"Maka sudah sepatutnya produk buah-buahan kita diarahkan pada peningkatan produksi yang bernilai ekspor sehingga para petani mendapatkan manfaat dari kegiatan ekspor itu," kata politisi Partai Gerindra ini saat ikut menyaksikan pelepasan ekspor manggis kemarin. [jin]

Komentar

Embed Widget
x