Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 16:18 WIB

Rupiah Nyungsep, Rizal 'Kepret' Sri Mulyani

Rabu, 3 Oktober 2018 | 18:00 WIB

Berita Terkait

Rupiah Nyungsep, Rizal 'Kepret' Sri Mulyani
(Foto: Inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah, ternyata bisa melebar ke mana-mana. Bahkan bisa menjadi kritikan untuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Adalah ekonom senior sekaligus mantan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli yang rajin melontarkan kritik keras khususnya kepada Sri Mulyani. Dalam sebuah diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/2018), Rizal menyayangkan Sri Mulyani yang lamban alias lelet. Tak tanggung-tanggung, mantan Menko Ekuin serta Kabulog di era Presiden Abdurrahman Wahid ini, menyebut Sri Mulyani jangan telat mikir alias telmi.

Sebagai bendahara negara, kata Rizal, Sri Mulyani harusnya mampu mengupayakan agar devisa hasil ekspor (DHE), kembali ke tanah air.

Selanjutnya dia menyebut Thailand sebagai acuan. Negeri Gajah Putih ini mengalami tantangan ekonomi yang tak kalah beratnya dengan RI. Namun, nilai tukar mata uang Thailand tidak terperosok sedalam rupiah. Ya, lantaran Thailand punya formula yang ampuh untuk menarik DHE-nya pulang kampung. "Thailand pernah sama kayak Indonesia, di mana uang ekspor yang masuk cuma 5 persen. Kemudian, Thailand mewajibkan seluruh eskpor (DHE) masuk sistem Thailand. Hari ini, 95 persen hasil ekspor Thailand kembali ke negaranya," kata RR, sapaan akrab Rizal Ramli.

Pola yang dikembangkan Thailand, kata Rizal, seharusnya ditiru tim ekonomi Kabinet Kerja. "Kita ikuti sistem Thailand agar lebih stabil. Fokus sama ekspor itu dan minta Menteri Keuangannya jangan telmi!" tambahnya.

Kritik pedas Rizal tentu perlu dipertimbangkan. Kalau tidak, nilai tukar rupiah terhadap US$ yang menembus batas psikologis baru yakni Rp15.000, bakal semakin dalam. Kalau itu terjadi, roda perekonomian nasional bisa semakin sempoyongan. [ipe]

Komentar

x