Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 20:47 WIB

Urgensi Kaum Milenial dalam Revolusi Industri 4.0

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 4 Oktober 2018 | 00:45 WIB

Berita Terkait

Urgensi Kaum Milenial dalam Revolusi Industri 4.0
Airlangga Hartarto, Menteri Perindustria RI - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Revolusi industri 4.0 sudah di depan mata. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Roadmap Making Indonesia 4.0 sebagai strategi dalam mencapai target menjadi 10 besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030.

Jumlah penduduk yang banyak, ditunjang dengan perkembangan insfrastuktur dan sumber daya manusia bisa menjadi modal penting untuk melaksanakn revolusi industri 4.0.

"Empowering human talent adalah kunci kemajuan Indonesia. Setelah pembangunan infrastruktur kita akan melanjutkan pada pengembangan sumber daya manusia. Kita perlu menguasai bahasa-bahasa teknologi baru," tegas Airlangga Hartarto, Menteri Perindustria RI dan inisiator Indonesia 4.0, pada saat Investor Gathering, di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Menurut Airlangga, yang juga Ketua Umum Golkar, Indonesia memerlukan sekitar 17 juta tenaga kerja yang melek teknologi digital pada tahun 2030.

Di tempat yang sama, Ketua Badan Anggaran DPR, Azis Syamsuddin mengatakan peluang revolusi industry 4.0 ini sangat besar jika masyarakat mampu beradaptasi dan bertransformasi secara relevan.

Menurut dia, produktivitas akan meningkat, berkurangnya idle capacity, dan peluang pasar Indonesia yang luar biasa. Ia mencontohkan, Indonesia sudah punya 4 unicorn, berarti ini cocok dan bisa berkembang cepat di Indonesia.

"Tantangan tentu saja kesiapan infrastuktur penunjang seperti fisik, kelembagaan, regulasi dan kesiapan human capital kita. DPR akan berusaha berkolaborasi dengan pemerintah untuk di satu sisi mengkatalisasi dan mewujudkan ecosystem yg tepat dan kondusif. Namun di sis lain memperhatikan pengawasan dan perlindungan kepentingan, minimalisir dampak negatif, melalui regulasi yang tepat," tambah Azis.

Revolusi industri 4.0 tidak hanya mengubah industri, namun juga pekerjaan, cara berkomunikasi, berbelanja, bertransaksi, hingga gaya hidup.

Oleh karena itu, selain mempertahankan eksistensi usaha, pelaku bisnis juga dihimbau agar memberikan dukungan pelatihan agar anak bangsa akan terus berkembang mengikuti perkembangn dunia digital.

"Kaum millenial sangat mempunyai peranan penting dalam industri 4.0. Kita perlu memberikan pembekalan pendidikan formal, non-formal dan informal yang relevan. Contohnya: Ahli Artificial Intelligence, Data scientist atau Start Up Valuator misalnya, kita sangat kurang.Karena mereka yang paling siap dan nantinya akan menghadapi tantangan lebih berat di masa depan. Tugas kita mempersiapkan mereka sebaik-baiknya," tegas Azis.

Sementara itu, Airlangga Hartarto dalam sambutannya menekankan bahwa peluang industri 4.0 begitu luas. Pemerintah terus berusaha untuk mensosialisasikan kepada berbagai sektor industri agar produk-produk yang dihasilkan bisa bersaing di era industri 4.0.

Beberapa kegiatan pemerintah dalam mendukung Making Indonesia 4.0 di antaranya dengan mendukung usaha mikro, kecil dan menengah dengan membuat platform e-commerce dan program 3-smart IKM untuk industri kecil dan menengah agar dapat menembus pasar ekspor melalui platform digital.

Tidak hanya itu, pemerintah juga tengah menyusun regulasi mengenai Audit Teknologi Industri (ATI) untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan aset teknologi yang dimanfaatkan industri di Indonesia.

"Sejauh ini, Ada beberapa sektor industri yang memiliki potensi yang sangat cerah dengan menerapkan industri 4.0, yaitu food & beverages, chemical, textile, otomotif dan elektronik," kata Airlangga Hartarto. [jin]

Komentar

x