Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 05:40 WIB

Ada Presiden Baru, Rupiah Masih Berdarah-darah?

Kamis, 4 Oktober 2018 | 13:54 WIB

Berita Terkait

Ada Presiden Baru, Rupiah Masih Berdarah-darah?
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Tak sedang bercanda, mantan Menteri Keuangan Chatib Basri meramal, pelemahan rupiah bakal terus terjadi hingga tahun depan. Waduh, hari ini saja sudah tembus Rp15.000 per US$, bagaimana tahun depan?

Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (3/10/2018), Chatib menyampaikan pandangan itu. "Financial market mungkin akan bereaksi sampai juni 2019. Jadi, pressure terhadap rupiah akan terjadi hingga Juni 2019. Apakah rupiah akan menguat, jawaban saya enggak," kata Chatib.

Namun demikian, Chatib lebih setuju menyebut pemicu tekanan terhadap rupiah adalah faktor eksternal. Yakni, keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) mengerek naik suku bunga acuan (Fed Fund Rate/FFR).

Masih kata dia, perekonomian AS saat ini berbeda dengan 2007-2008. Kala itu, FFR berada di level 3,5% dan ketika krisis keuangan global, The Fed langsung menurunkan FFR hingga level 0,25%.

Saat ini, The Fed perlu menempuh langkah penyesuaian. Di mana FFR didorong menuju ke level normal. Saat ini, FFR sebesar 2,25% akan terus dinaikkan secara bertahap 25 basis poin. Bisa jadi naik 2 atau 3 kali. Sehingga pada akhir 2019, FFR bisa menclok di level 3%-an.

Kalau prediksi Chatib benar, maka presiden baru hasil Pilpres yang digelar pertengahan April 2019, langsung berhadapan dengan masalah melemahnya rupiah. Tidak mudah kan. [ipe]

Komentar

x