Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 09:52 WIB

Kenapa Rupiah Makin Loyo? Ini Kata Sri Mulyani

Kamis, 4 Oktober 2018 | 17:00 WIB

Berita Terkait

Kenapa Rupiah Makin Loyo? Ini Kata Sri Mulyani
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Hari ini (Kamis, 4/10/2018), nilai tukar (kurs) rupiah menembus batas prikologis baru yakni Rp15.000 per US$. Tepatnya di rentang Rp15.138-Rp15.173 per US$. Kok bisa?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, meyakini, mayoritas pemicu depresiasi kurs rupiah hingga lebih dari Rp15.000 per US$ adalah faktor eksternal. "Saya lihat dominasi hari ini mayoritas berasal dari luar," kata Menkeu Sri Mulyani kepada pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Ia mencontohkan, pada Rabu (3/10/2018), ada pengaruh sentimen dari Italia yang APBN-nya mengalami defisit cukup besar. "Sekarang Italia komitmen menurunkan defisit APBN, lalu juga ada sentimen yang lain," katanya.

Sementara dari sisi domestik, menurut dia, pemerintah terus mewaspadai posisi neraca pembayaran. "Ini masih harus dikendalikan dengan baik," katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga menyebutkan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter juga sudah melakukan langkah-langkah bauran kebijakan.

"Bauran kebijakan dari BI itu termasuk yang berhubungan dengan suku bunga, dengan makroprudensial dan policy mereka mengenai intervensi untuk menciptakan suatu perubahan yang bisa diserap atau disesuaikan oleh perekonomian," katanya.

Sementara dari sisi fiskal, menurut dia, pemerintah akan terus melaksanakan berbagai keputusan yang telah disepakati sebelumnya.

Pemerintah terus memonitor impor utamanya impor barang konsumsi dan baranh yang diproduksi dalam negeri. Laporan impor 1.147 jenis barang akan dilihat setiap minggu dan posisi terakhir sudah menunjukkan penurunan namun akan dilihat perkembangannua pada Oktober minggu pertama ini.

"Untuk BBM, yang merupakan komponen impor terbesar, kami harap penerapan B-20 bisa mengurangi impor BBM. Akhir September terjadi kenaikan penggunaan biofuel dan kami akan lihat," katanya.[tar]

Komentar

Embed Widget
x