Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 14:39 WIB

Bencana Palu dan Donggala

OJK Minta Bank tak Tagih Utang Debitur Korban

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 4 Oktober 2018 | 19:33 WIB

Berita Terkait

OJK Minta Bank tak Tagih Utang Debitur Korban
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kreditur alias bank memberikan kelonggaran terhadap peminjam atau debitur terdampak gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, kelonggaran itu berupa debitur jangan menagih hutang kreditur terdampak gempa. Hal itu sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor 45 tahun 2017.

"OJK bisa memberikan kebijakan tidak menagih dulu debitur yang terkena bencana. Sampai kita bantu usahanya sampai pulih kembali," kata Wimboh saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Bahkan, kata dia, debitur atau nasabah memiliki hak untuk minta direstrukturisasi kreditnya hingga batas waktu yang disepakati. Hal ini diyakininya bisa memberikan bantuan kepada para debitur yang terdampak bencana alam.

"Nasabah diperbolehkan untuk direstrukturisatsi sampai waktu dia mulai bangkit dari trauma akibat bencana, minta itu. Kedua belah pihak harus ada untuk itu," kata dia.

Wimboh sebelumnya mengatakan, nilai penyaluran kredit di Palu dan Donggala mencapai Rp 16 triliun. Angka ini didapatkan dari beberapa tempat yang terdampak bencana alam.

"Total penyaluran kredit di daerah Donggala, Sigi, Palu, dan Parigi Moutong sebesar Rp 16,2 triliun," kata Wimboh.

Dari nilai itu, penyaluran kredit di Donggala dan Sigi sebesar 233 juta. Dia tidak merinci tempat yang lainnya.

"Di Donggala dan Sigi ada total kredit yang disalurkan Rp233 miliar," ujar Winboh.

Namun, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan angka pasti berapa nilai kredit yang terdampak gempa dan tsunami. Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan perhitungan nilai kredit terdampak bencana yang menelan ribuan korban jiwa itu.

"Dampak sektor keuangan masih kami gali. Karena selalu berubah. Kami lagi hitung yang terdampak bencana," kata dia. [jin]

Komentar

x