Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 09:11 WIB

Pertamina Bidik Bisnis LNG untuk Hotel di Bali

Jumat, 5 Oktober 2018 | 00:09 WIB

Berita Terkait

Pertamina Bidik Bisnis LNG untuk Hotel di Bali
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bali - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri hotel di Bali mencapai 12% per tahun. Ada potensi bisnis energi yang menggiurkan.

Melihat peluang bisnis ini, dua anak usaha PT Pertamina (Persero) meneken Memorandum of Understanding (MOU) jual beli Liquefied Natural Gas (LNG) antara PT Pertagas Niaga (PTGN) dengan PT Patra Jasa.

Akad MoU ini ditandatangani Linda Sunarti, President Director PT Pertagas Niaga (PTGN) dan Teddy Kurniawan Gusti, pjs Direktur Pengembangan Bisnis PT Patra Jasa, bertempat di The Patra Bali Resort & Villas, Bali, Kamis (4/10/2018).

Hal ini merupakan momentum di mana industri perhotelan di Bali pertama kalinya memanfaatkan LNG guna mendukung pemanfaatan energi bersih.

Kurang lebih 140 MMBTU LNG per bulan akan disuplai PTGN untuk hotel PT Patra Jasa yaitu The Patra Bali Resort & Villas. LNG dalam bentuk Vertical Gas Liquid (VGL) disuplai melalui filling station di PT Badak NGL di Bontang, Kalimantan Timur.

Di mana, LNG ini dikemas dalam VGL/isotank yang diantarkan dengan kapal ke Pulau Jawa maupun Bali. Pemanfaatan LNG ini diutamakan untuk mencapai wilayah yang membutuhkan energi gas namun belum terjangkau jaringan pipa gas. "Industri pariwisata di Bali terus tumbuh sehingga butuh suplai energi yang berkelanjutan. LNG sebagai energi bersih inilah jawabannya," jelas Linda.

Sementara Teddy, menjelaskan: "Patra Jasa adalah perusahaan yang berkomitmen untuk menjaga lingkungan, sehingga penggunaan energi bersih di unit-unit usaha kami merupakan bagian dari optimalisasi sumber energi yang digunakan untuk kebutuhan operasional hotel sebagai kontribusi nyata Patra Jasa dalam mengurangi dampak pemanasan global."

Saat ini, PTGN menargetkan bisa memenuhi kebutuhan industri Hotel Restoran dan Kafe (Horeka) di Bali dengan kapasitas 1-3 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Jumlah tersebut diharapkan akan bertambah secara signifikan seiring dengan perkembangan perluasan pasar baik untuk sektor konsumen industri, kelistrikan dan bunkering di Bali. "Ada efisiensi signifikan yang diperoleh konsumen, untuk itu kami optimis pemanfaatan LNG ini akan terus berkembang," tutup Linda.

Sinergi antara PTGN dan PT Patra Jasa merupakan langkah kerjasama untuk saling mendukung antar Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero). Sinergi ini bertujuan agar kinerja perusahaan menjadi lebih terarah dan efisien dengan standar Pertamina sehingga penggunaan dan pengelolaan energi bersih menjadi kekuatan untuk meningkatkan ekonomi Indonesia. [ipe]

Komentar

x