Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 23:44 WIB

Ini Usulan Kesiapan Hadapi Bencana Alam

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 7 Oktober 2018 | 06:25 WIB

Berita Terkait

Ini Usulan Kesiapan Hadapi Bencana Alam
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Palu - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan sedang merancang rencana pembangunan pusat logistik di daerah aman, yang digerakkan oleh semacam pasukan gerak cepat untuk menjangkau daerah terkena bencana alam.

"Pikiran kami untuk mengusulkan logistic base di daerah-daerah yang tidak ada gempa sehingga ada seperti quick reaction force untuk membantu anak-anak atau saudara-saudara kita yang terkena gempa," jelasnya usai mengunjungi para pengungsi di Palu bersama rombongan pesera Sidang IMF-WB seperti mengutip dari laman resmi Kemenkominfo.

Lebih jauh, Menko Luhut menyebutkan pusat-pusat logistik tersebut akan digunakan untuk menyimpan alat-alat berat, kantong jenazah, makanan, pemurni air, genset dan kemudian ada kapal TNI-AL yang bisa mobilisasi dengan cepat. "Dengan adanya support di fasilitas ini diharapkan dalam waktu 3 x 24 jam kebutuhan masyarakat terdampak bencana bisa dipenuhi, sehingga akan banyak nyawa yang bisa diselamatkan," jelas Luhut lebih lanjut yang mengusulkan untuk membangunnya di empat atau lima titik.

Untuk menentukan lokasi pusat logistik tersebut, Menko Luhut mengaku akan melihat dari hasil studi lebih lanjut. "Kita akan lihat apakah nanti di Banjarmasin atau di Balikpapan, Medan, Surabaya, Makassar atau nanti di Papua Barat," tambahnya.

Penelitian yang mendalam juga diperlukan dalam hal teknologi penanganan bencana. Untuk itu kerja sama dengan para ahli sangat dibutuhkan. "Masukan juga kita minta dari Profesor Fumihiko Imamura dari Tohoku University Jepang," ujar Luhut yang berdiskusi dengan profesor di bidang tsunami tersebut saat meninjau pesisir pantai di Teluk Palu yang tersapu tsunami.

Selain itu, para ahli dalam negeri juga dilibatkan dalam menyusun solusi jangka panjang lainnya. "Setelah kami lihat, kita memerlukan satu studi yang lebih dalam lagi. Karena tidak mungkin dibangun lagi di beberapa tempat rumah penduduk karena struktur tanahnya amblas (sangat labil), jadi sekarang tim dari BPPT, LIPI, dan ITB dilibatkan di bawah kedeputian saya," ungkap Menko Luhut menerangkan bahwa penanganan bencana terkait laut seperti tsunami, menjadi bagian tanggung jawabnya sebagai Menko bidang Kemaritiman.

Kajian mendalam di daerah pesisir, lanjut Menko sangat diperlukan karena garis pantai Indonesia panjangnya 108.000 km dan lebih 150 juta orang penduduknya hidup di pantai.

Komentar

x