Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 17:25 WIB

Duka di Sulteng, Acara IMF-WB Banjir Peserta

Senin, 8 Oktober 2018 | 05:09 WIB

Berita Terkait

Duka di Sulteng, Acara IMF-WB Banjir Peserta
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Peserta pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Bali, meningkat menjadi 34.000 orang. Sebelumnya mencapai 32 ribu orang. Di mana angka tersebut jauh di atas perkiraan pemerintah sebanyak 19 ribu orang.

"Sekarang peserta sudah lebih dari 34.000, kita perkirakan tadinya hanya 19.000," ungkap Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan melalui keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (6/10/2018).

Luhut menyampaikan hal itu saat memberikan arahan kepada 560 Liaison Officer (LO) di Bali. Berdasarkan data 6 Oktober 2018 Pukul 17:55 WITA, tercatat 13.664 orang mendaftar melalui jalur Meeting Team Secretariat (MTS) dari pihak IMF-WB.

Sedangkan pendaftar dari jalur Indonesia Planning Team sebanyak 20.556 orang berdasarkan data di hari yang sama Pukul 14:10. Sehingga total terdapat 34.220 peserta.

LO sendiri merupakan personil yang disiapkan pemerintah Indonesia untuk mendampingi para delegasi asing, mulai dari kedatangan di bandara sampai pada kegiatan di seluruh event selama Annual Meeting IMF-WB di Bali.

"Ini momen yang bagus sekali buat kita untuk mempromosikan Indonesia. Tugas kalian adalah meyakinkan mereka bahwa Indonesia ini adalah negara yang besar," pesan Luhut kepada para duta Indonesia tersebut yang sudah diseleksi ketat dari beberapa kementerian dan masyarakat umum.

Mereka adalah ujung tombak yang paling dekat dengan para pejabat sekelas menteri keuangan dan gubernur bank sentral berbagai negara.

"Kata kuncinya adalah terintegrasi itu yang membuat kita menjadi kredibel," arahan Luhut meminta para LO untuk menyampaikan cara kerja pemerintah yang terintegrasi dalam menangani berbagai persoalan, mulai dari penanganan bencana alam hingga soal ekonomi.

Khusus mengenai penanganan masalah ekonomi, Indonesia mendapatkan pujian dari Christine Lagarde, Direktur Pelaksana IMF.

"Dia bilang Indonesia ini absolutely different. Saya kagum sekali melihat resilience (ketahanan) ekonomi Indonesia," kata Luhut menyampaikan hasil pembicaraannya dengan Lagarde saat tiba di Bali.

"Karena kalian kompak, karena Presiden-mu memberikan contoh yang bagus, memberikan satu contoh pada negara-negara emerging market lain bagaimana Presiden yang sederhana, tidak ada bisnis dengan pemerintah, fokus pada pekerjaannya, dan memiliki team work yang bagus," sambung Luhut menceritakan pujian Lagarde terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi.

Khusus mengenai persiapan penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dua Bali, Lagarde juga menyampaikan apresiasinya.

"Saya kagum karena kalian mampu mengelola dengan bagus. Belum pernah sepanjang karir saya melihat ada persiapan penyelenggaraan begini besar," ungkap Menko Luhut menceritakan kembali kata-kata Lagarde.

Di hari ketiga berkantor di Nusa Dua, Luhut terus melakukan pengecekan terhadap detail kesiapan, mulai dari kerapihan infrastruktur, registrasi, sampai masalah keamanan.

Command Center Nusa Dua adalah salah satu yang ditinjaunya pada Sabtu sore (6/10). Di sini Menko Luhut memastikan kesiapan pengamanan oleh Tim Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pengendalian Pengamanan bersama Gubernur Bali, TNI, dan Kepolisian.[tar]

Komentar

Embed Widget
x