Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 20:41 WIB

Pertemuan IMF-WB Peduli Bencana Lombok dan Sulteng

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 8 Oktober 2018 | 18:09 WIB

Berita Terkait

Pertemuan IMF-WB Peduli Bencana Lombok dan Sulteng
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 diawali dengan bebagai kegiatan solidaritas untuk Indonesia.

Salah satunya adalah kepedulian kepada masyarakat Lombok yang terkena bencana gempa. Dalam kegiatan Solidarity for Lombok hari ini, Senin (8/10/2018), Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, berkunjung ke Lombok bersama Managing Director IMF, Christine Lagarde.

Sri Mulyani menyampaikan, ajang pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari seluruh dunia di Bali, tetap memberi perhatian yang besar terhadap situasi Indonesia.

"Meskipun kita menjadi tuan rumah dari Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018, kami dari pemerintah pusat terus memberikan perhatian yang sangat penuh bagi seluruh daerah terdampak, baik di Lombok maupun di Palu. Kita akan terus melakukan proses-proses pemulihan" ujar Sri Mulyani usai menjumpai dan berdialog dengan para korban berncana gempa dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa pemerintah pusat hingga saat ini telah mencairkan dana hingga Rp2,1 triliun untuk NTB, untuk kedaruratan dan bantuan perumahan. Dana sebesar itu untuk penanganan rumah rusak berat Rp50 juta, rumah rusak sedang Rp25 juta, dan rumah rusak ringan Rp10 juta.

Dalam kunjungan kali ini, dilakukan penyerahan bantuan untuk Lombok. Bank Indonesia menyerahkan bantuan rehabilitasi bangunan dan sarana-prasarana kepada 5 masjid dan 2 sekolah di wilayah Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram. Sementara Menko Kemaritiman menyerahkan sumbangan penanggulangan bencana dan baju seragam untuk 2 sekolah dasar di Lombok.

Tak ketinggalan pula Managing Director IMF menyerahkan bantuan dari kepada masyarakat Lombok. Sebelumnya, pegawai Kementerian Keuangan sudah melakukan aksi solidaritas untuk korban gempa Lombok sebesar Rp1 miliar pada awal September 2018.

Managing Director IMF, Christine Lagarde mengatakan, "Tiga tahun lalu saat Indonesia terpilih dari 10 negara terbaik yang bisa menyelenggarakan Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018, kita tidak tahu bahwa Gunung Agung akan mengalami turbulensi, kita juga tidak tahu bahwa akan ada gempa bumi di Lombok, dan kita juga tidak pernah tahu bahwa akan ada gempa bumi dan tsunami di Sulawesi. Yang kita tahu Indonesia adalah pilihan terbaik, dan ketua tim yakni Pak Luhut membuat kita percaya untuk mengadakan pertemuan tahunan ini di Bali," kata Lagarde.

Lagarde juga mengatakan bahwa setelah ia melihat langsung keadaan di Lombok dan Palu, ia akan meminta uluran tangan seluruh peserta pertemuan. "Dengan telah melihat secara langsung keadaan di Lombok dan Palu, kami akan meminta kepada seluruh peserta pertemuan ini untuk bisa mengulurkan tangan dan berbagi kedermawanan mereka." [ipe]

Komentar

x