Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 17:24 WIB

Bea Cukai Bali, NTB, NTT Paparkan Penindakan NPP

Selasa, 9 Oktober 2018 | 11:16 WIB

Berita Terkait

Bea Cukai Bali, NTB, NTT Paparkan Penindakan NPP
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Badung - Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT mengungkapkan kinerjanya berhasil melakukan pencegahan 1.887 butir ekstasi sepanjang 2018. Selain itu juga melakukan penggagalan penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) sebanyak 54 kasus dengan berat total barang bukti 10.219,92 gram.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT, R Syarif Hidayat memaparkan kronologi penegahan 1.887 butir ekstasi itu. Menurut Syarif, pada 3 september 2018, Bea Cukai Ngurah Rai berhasil menggagalkan penyelundupan ekstasi 1.887 butir yang sengaja ditinggalkan di samping mesin x-ray di terminal kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, dengan tersangka satu orang warga negara Malaysia.

"Tersangka dapat dituntut dengan dengan tuntutan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama dua puluh tahun," ujar Syarif.

Syarif juga memaparkan penggagalan penyelundupan NPP sebanyak 54 kasus di 2018 dengan berat total barang bukti 10.219,92 gram. "Di bidang pengawasan narkotika, tahun ini dalam skala nasional Bea Cukai telah menggagalkan 258 penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor sejumlah 3.779,95 kg hingga 31 Agustus 2018 atau meningkat dibandingkan dengan penindakan NPP di sepanjang 2017 sebanyak 2.139,71 kg. Dengan asumsi 1 gram tangkapan bisa menyelamatkan 5 orang, maka generasi muda yang telah diselamatkan sebanyak 18,9 juta orang," ujarnya.

Ia menekankan, jaringan narkotika tidak akan pernah berhenti untuk menyelundupkan narkotika yang membahayakan anak bangsa. "Untuk itu, kami imbau masyarakat untuk selalu dapat membentengi diri dan mendukung pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika, salah satunya dengan melaporkan tindakan mencurigakan kepada aparat penegak hukum. Kami juga berharap sinergi yang baik antar aparat penegak hukum terus berjalan dan selalu dapat ditingkatkan, untuk mengamankan masyarakat dari ancaman barang haram tersebut."

Selain penindakan narkotika, di kesempatan yang sama Syarif juga memaparkan kinerja Bea Cukai sebagai trade facilitator. Bea Cukai, lanjutnya, memberikan fasilitas fiskal untuk menunjang industri dalam negeri sehingga mampu bersaing dengan industri luar negeri. Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT telah mengeluarkan ijin fasilitas KITE, Gudang Berikat, Pusat Logistik Berikat (PLB) dan Toko Bebas Bea (TBB) di areal kedatangan Internasional Airport Ngurah Rai yang merupakan pertama di Indonesia.

Bea Cukai di wilayah Bali, NTB dan NTT juga telah membuka mini Laboratorium yang berlokasi di KPPBC Ngurah Rai yang dapat mempercepat pelayanan terhadap pengujian dan identifikasi barang secara cepat, tepat, dan akurat serta membantu pengujian dan identifikasi barang dalam upaya penggagalan penyelundupan narkotika dan ekspor ilegal.

Bea Cukai, lanjutnya juga telah siap menyambut event IMF-WBG Annual Meetings 2018 di Nusa Dua Bali yang berlangsung pada tanggal 8-14 Oktober 2018. Acara ini merupakan salah satu event terbesar di dunia yang diikuti oleh 189 negara anggota. [*]

Komentar

x