Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 13:54 WIB

Begini Makna Green Sukuk Versi Menkeu

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 9 Oktober 2018 | 13:05 WIB

Berita Terkait

Begini Makna Green Sukuk Versi Menkeu
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawti - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Nusa Dua - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengeluarkan instrumen investasi baru yaitu Green Sukuk. Tujuannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan tetap menjaga lingkungan.

"Sekecil apapun langkah yang dapat saya lakukan untuk menjaga lingkungan ini maka saya akan lakukan," tegas Menkeu di Courtyard Hotel Nusa Dua, Selasa (09/10) dalam rangkaian kegiatan IMF-WBG Annual Meetings 2018.
Menkeu berbicara dalam seminar "Green Finance for Sustainable Development" Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawti bersama Wakil Presiden sekaligus Bendahara Bank Dunia, Arunma Oteh.

Menurut Menkeu, Green Sukuk merupakan cara baik untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang berkaitan dengan program lingkungan hidup. Tetapi, hambatan yang mungkin dihadapi adalah rendahnya bagi hasil (yield) yang ditawarkan oleh instrumen ini.

"Apabila Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan terkait lingkungan hidup, maka akan banyak investor dunia yang tertarik," jelas Arunma seperti mengutip dari laman resmi Kemenkeu.

Menkeu bercerita mengenai pengalamannya melakukan penanaman kembali terumbu karang yang sangat berarti untuk lingkungan tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia. Indonesia memiliki 60% spesies terumbu karang di dunia. Jika terumbu karang itu rusak atau bahkan hilang, maka dunia pun dapat terkena dampaknya.

Masih banyak masalah lingkungan di Indonesia, seperti masalah sampah baik di darat maupun di laut yang sangat penting untuk diselesaikan. Dengan adanya proyek-proyek yang sudah dijamin oleh Pemerintah, diharapkan investor ataupun pihak swasta dapat tertarik.

Di akhir, Menkeu kembali menyebut skema blended finance yang juga turut diharapkan dapat menarik tidak hanya investor tetapi para filantropis dan para 'crazy rich asian' yang peduli terhadap lingkungan.

Komentar

x