Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 10 Desember 2018 | 23:44 WIB

Sidang IMF: Semua harus Bisa Bisnis di Era Fintech

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 9 Oktober 2018 | 14:42 WIB

Berita Terkait

Sidang IMF: Semua harus Bisa Bisnis di Era Fintech
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom/Fadil Dj)

INILAHCOM, Nusa Dua - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan masyarakat global harus mendapatkan keuntungan perkembangnya teknologi digital.

Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam acara Pathway to Prosperity Rountable Breakfast dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-WBG Bali 2018, Acara ini membahas "Inclusive growth and international governance in the digital age, Selasa (9/10/2018).

Sri Mulyani mengemukakan bahwa perkembangan teknologi memiliki korelasi positif dengan perkembangan ekonomi karena mendukung perkembangan financial teknology (Fintech). Namun bisa juga menyebabkan ketimpangan antar negara. Walaupun negara maju lebih banyak merasakan manfaatnya. Perkembangan teknologi sering kali membawa tantangan dan kesempatan bagi perekonomian negara.

Ini penting bagi bagi semua negara untuk mengubah risiko menjadi kesempatan bisnis. Karena teknologi akan menyebabkan beberapa pekerjaan menjadi tidak ada. Sementara di sisi lain beberapa teknologi menghasilkan roadmap alternatif untuk perkembangan inklusif.

"Hari ini kita banyak membahas tentang kedaulatan data (data sovereignity), keamanan data dan pendidikan IT. Terkait dengan pendidikan IT, Presiden Indonesia Bapak Jokowi membuat inisiatif mengundang Jack Ma untuk memberikan course.

Sementara di Indonesia ada Gojek dan Tokopedia yang berkembang sangat cepat. Kita harus bisa catch up dengan policy," kata Sri Mulyani.

"Ada kebutuhan sosial di tingkat nasional maupun tingkat internasional untuk menghadapi revolusi industri baru ini yang akan menyebabkan pemerintah, warga negara dan swasta bekerjasama dan bersama-sama mempertimbangkan prinsip kerjasama kedepan dan lintas kebijakan," ujar Sri Mulyani.

Dalam diskusi ini, nara sumber lain yaitu Stefan Dercon, Profesor Kebijakan Ekonomi dari Oxford menjelaskan semua harus bekerja untuk meningkatkan istilah ekonomi untuk pertumbuhan inklusif dalam digital ekonomi. Sedangkan Nandan Nikelani, Chairman Infosys mengatakan bahwa, Open source adalah solusi untuk seluruh pembangunan. Namun bagaimana upaya agar data tidak disalahgunakan oleh swasta.

McKinsey Global Institute Senior Fellow, Jeongmin Seong juga mengatakan saat ini 30-40 persen pengeluaran masyarakat ada pada konsumsi internet. Hal ini menstimulasi sisi suplai dari usaha kecil dan menengah. Kondisi Indonesia adalah 35 persen belanja dipicu dari konsumsi oleh kaum wanita, dan perkembangan teknologi telah menciptakan banyak pekerjaan, new program dan new model. Sementara untuk e-commerce, digital finance, digital payment membutuhkan investasi yang besar.

Selain itu menurut Jeongmin, Pemerintah perlu membuat kebijakan terkait apa yang dapat dilakukan dan apa yang tidak boleh di lakukan dalam kompetisi di dunia digital.

Komentar

x