Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 13:47 WIB

Sampai 2019, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Melambat

Rabu, 10 Oktober 2018 | 06:09 WIB

Berita Terkait

Sampai 2019, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Melambat
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Nusa Dua - Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat mungkin terdampak perlambatan ekonomi global di 2018 dan 2019.

"Negara berkembang akan mengalami pengaruh revisi kebawah, entah melalui perdagangan internasional, atau interest rate yang semakin mahal, Indonesia tidak terkecuali," kata Sri Mulyani di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018).

Ia menjelaskan, kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang berkelanjutan, serta penguatan dolar AS, memantik biaya pinjaman (utang) menjadi lebih mahal. Serta membuat investasi menjadi tertahan dan tidak bisa tumbuh sesuai potensinya.

"Investasi biasanya meminjam uang, kalau sekarang pinjamnya mahal dan tidak menguntungkan, maka mereka tidak jadi meminjam dan investasi berkurang. Itu kita harus hati-hati karena investasi sebenarnya baru recovery," ujarnya.

Padahal, menurut dia, kinerja investasi sedang menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan dan sempat tumbuh pada kisaran 7,0-7,5% pada triwulan sebelumnya.

Potensi perlambatan investasi ini dapat berdampak kepada berkurangnya permintaan dan lesunya laju impor serta turunnya pertumbuhan sektor perdagangan nasional secara keseluruhan.

"Impor menurun dalam rangka menurunkan defisit transaksi berjalan itu bagus, tapi impor sebagai tanda pertumbuhan melemah, itu harus kita waspadai, karena beda fenomenanya," ujar Sri Mulyani.

Dalam lingkungan global penuh gejolak, salah satu upaya yang bisa menjaga pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran yang ditetapkan oleh pemerintah adalah dengan melakukan optimalisasi ekspor.

"Kalau ekspor bisa maju lebih cepat, bereaksi terhadap lingkungan dan kesempatan yang sekarang, ekspornya bisa naik. Jadi walau investasi tertahan, growth kita masih bisa naik. Namun kalau ekspor tidak secepat yang diharapkan, growth menjadi lebih lemah," katanya.

Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) dalam publikasi terbaru menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2018 dan 2019, dari 3,9% menjadi 3,7%. Karena adanya beberapa risiko yang mulai berdampak nyata.

Dalam laporan World Economic Outlook, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan 5,1% untuk periode 2018-2019. "Saya rasa itu masih dalam range seperti biasa waktu kita membahas dengan DPR. Waktu itu kisaran 5,17 persen sampai 5,3 persen (2018)," kata Sri Mulyani. [tar]

Komentar

x