Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 05:34 WIB

Finlandia Sepakat Genjot Investasi Pulp dan Kertas

Rabu, 10 Oktober 2018 | 08:09 WIB

Berita Terkait

Finlandia Sepakat Genjot Investasi Pulp dan Kertas
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia dan Finlandia menjajaki kerja sama di wilayah ekonomi, terutama untuk peningkatan investasi guna memperdalam struktur industri manufaktur nasional.

"Area yang berpeluang untuk kerja sama kedua negara di sektor industri, meliputi industri berbasis agro khususnya pulp dan kertas serta mendorong pembangunan science and technology park," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai bertemu Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Anne-Mari Virolainen di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Beberapa sektor yang berpotensi untuk dikembangkan kedua negara ini, antara lain industri pulp dan kertas serta pembangunan pusat inovasi dan teknologi.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 2018, investor Finlandia menanamkan modalnya di sektor industri kertas, barang dari kertas dan percetakan untuk dua proyek, senilai US$1,75 juta.

Realisasi investasi ini dinilai memberikan sumbangsih besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

Airlangga menjelaskan, industri pulp dan kertas merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan pengembangannya, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional.

"Hal ini sangatlah tepat karena Indonesia memiliki keunggulan komparatif terutama terkait bahan baku, di mana produktivitas tanaman kita jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara pesaing yang beriklim subtropis," tuturnya.

Belakangan ini, menurut Airlangga, negara-negara North America dan Scandinavia (NORSCAN) yang menjadi pemasok utama pulp dan kertas di dunia, menunjukkan kecenderungan produksi yang semakin menurun.

"Saat ini telah bergeser ke Asia Tenggara terutama Indonesia serta negara-negara Amerika Latin seperti Chili, Brasil, dan Uruguay," ungkapnya.

Kementerian Perindustrian memperlihatkan, daya saing industri pulp dan kertas Indonesia di kancah internasional cukup terkemuka, di mana industri pulp Indonesia menempati peringkat ke-10 dunia dan industri kertas menempati peringkat keenam dunia.

Adapun di Asia Industri pulp Indonesia peringkat ketiga dan dan industri kertas Indonesia peringkat keempat setelah Tiongkok, Jepang dan India.

Berdasarkan kinerja ekspornya, industri kertas berhasil menduduki peringkat pertama dan industri pulp peringkat ketiga untuk ekspor produk kehutanan selama 2011-2017.

Kedua industri tersebut memberikan kontribusi terhadap devisa sebesar US$5,8 miliar pada 2017. Berasal dari kegiatan ekspor pulp senilai US$2,2 miliar ke beberapa negara tujuan utama yaitu China, Korea, India, Bangladesh dan Jepang. Serta ekspor kertas senilai US$3,6 miliar ke Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam dan China.

"Finlandia menjadi pemasok Indonesia untuk barang modal seperti mesin elektronika serta audio dan perlengkapan TV. Sedangkan, ekspor komoditas Indonesia ke Finlandia antara lain alas kaki, komponen mesin, dan produk keramik," sebut Airlangga. [tar]

Komentar

x