Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 09:11 WIB

Tak Sensitif, Aktivis Kritis Keras GRAB Indonesia

Rabu, 10 Oktober 2018 | 06:30 WIB

Berita Terkait

Tak Sensitif, Aktivis Kritis Keras GRAB Indonesia
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah aktivis perempuan menyesalkan rencana GRAB Indonesia, aplikator transportasi online asal malaysia itu, mempertemukan mitra pengemudi yang diduga melakukan pelecehan terhadap penumpang.

GRAB Indonesia menawarkan pertemuan antara CN, mitra pengemudi GRAB BIKE yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan yang diantarkan pada 3 Oktober 2018.

Ajakan mediasi yang disampaikan GRAB Indonesia melalui akun Twitter resmi, @GrabID, Selasa (09/10/2018) sontak melahirkan kritikan pedas.

Salah satunya berasal dari Aktivis Perempuan dan Dosen Filsafat di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI), Saras Dewi. Dia jelas-jelas mengkritisi rencana GRAB Indonesia itu.

"Pelecehan seksual yang dilakukan pengemudi GRAB ini sudah yang kesekian kalinya terjadi. Komentar GRAB di akunnya itu cenderung memojokkan korban yang dianggap tidak kooperatif," sesalnya dalam keterangan kepada media, Selasa (09/10).

Seharusnya, kata dia, langkah GRAB bukan mediasi karena akan menimbulkan trauma ke korban. "GRAB sebaiknya menjumpai korban untuk mendengarkan laporan dan kronologinya," saran dia.

Ungkapan Saras itu menyusul protes keras yang dia cuitkan melalui Twitter kepada GRAB Indonesia. "Ini sikap yang tidak sensitif. Mediasi itu jika ada persengketaan, tetapi ini adalah pelecehan seksual dan harus ditindaklanjuti oleh GRAB untuk memidanakan mitra driver-nya dan menyempurnakan sistem kemanan untuk melindungi penumpang, khususunya perempuan," Saras tegas.

Rencana mediasi oleh GRAB Indonesia juga menuai protes dari Penggiat Hak Perempuan dan Penulis asal Australia, Kate Walton. "Lha, buat apa penumpangnya didorong untuk bertemu dengan sopir?? Sopir itu melecehkan dia! Bikin trauma lagi tuh kalau paksa mereka bertemu," tegas Kate melalui akun pribadinya.

Hal serupa disampaikan Dea, warganet yang juga Penggiat Feminisme dan Penari. Dia menuliskan kegeramannya kepada GRAB Indonesia yang berencana memertemukan pelaku dugaan kejahatan seksual itu dengan korban.

"Sumpah deh ga ngerti sama @GrabID, masa pelaku kekerasan seksual cuma diberi sanksi terus dimediasi dengan mempertemukan pelaku dengan korban? Habis gitu pelakunya masih berkeliaran di luar apalagi masih bermitra," kritiknya.

Seperti diketahui, CF sempat melakukan percakapan mesum dengan korban usai mengantarkan ke lokasi tujuan yakni Mal Cijantung pada 3 Oktober 2018. CF juga mengancam korban agar tidak melaporkan peristiwa ini ke manajemen GRAB Indonesia. [ipe]

Komentar

x