Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 09:14 WIB

Dana Cair Rp855,5 M

DPR Bingung Peserta Sidang IMF Pakai Biaya Sendiri

Oleh : Wahid Ma'ruf | Rabu, 10 Oktober 2018 | 08:40 WIB

Berita Terkait

DPR Bingung Peserta Sidang IMF Pakai Biaya Sendiri
Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Anggaran pertemuan tahunan International Monetery Fund (IMF) dan World Bank (WB) yang mencapai Rp855,5 miliar ternyata tidak ada alokasinya untuk perluasan apron Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Ini sekaligus membantah pernyataan Presiden Joko Widodo saat berbicara di Medan, Sumatera Utara, Senin (8/10/2018)lalu.

Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan mengungkapkan hal ini di Jakarta, Selasa (9/10/2018). Heri ingin membantah pernyataan Presiden Jokowi yang mengatakan bahwa para tamu dalam pertemuan tahunan tersebut mengeluarkan biaya sendiri.

"Saya di Komisi XI tahu persis Kementerian Keuangan menganggarkan Rp855,5 miliar dan itu sebatas untuk biaya yang sifatnya operasional, termasuk biaya hotel dan jamuan makan, diantaranya pengeluaran akomodasi mencapai Rp569,9 miliar, diikuti makanan dan minuman sebesar Rp 190,5 miliar, transportasi sejumlah Rp 36,1 miliar, hiburan sebesar Rp57 miliar; dan souvenir senilai Rp90,2 miliar," tutur Heri.

Sementara Bank Indonesia (BI) sendiri, sambung legislator Partai Gerindra ini, mengalokasikan anggaran untuk persiapan hotel, lokasi acara (venue), serta ruang perkantoran (office) yang diperkirakan besarannya sekitar Rp200 miliar. Tentu para delegasi dari berbagai negara tak mau menanggung biaya sendiri.

"Jadi biaya sebesar Rp855,5 miliar bukan untuk memperluas apron di Bandara Bali dan membuat terowongan di persimpangan yang ada di Bali, seperti yang disampaikam Jokowi. Itu semua pos anggarannya terpisah, mencapai hingga Rp4,9 triliun yang dialokasikan dari APBN," papar Heri seperti mengutip dpr.go.id.

Legislator dari dapil Jabar IV ini memahami penyelenggaraan pertemuan IMF-WB sudah dijadwalkan jauh-jauh hari dan tidak bisa dihindarkan. Ia berharap, agar pemerintah menghemat anggaran yang ada. Apalagi, beberapa daerah sedang mengalami bencana alam. Biaya penghematan bisa digunakan untuk merehabilitasi daerah gempa dan membatu para korban.

Komentar

x