Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 13:47 WIB

Ani Dorong Keuangan Syariah Biayai Infrastruktur

Rabu, 10 Oktober 2018 | 16:45 WIB

Berita Terkait

Ani Dorong Keuangan Syariah Biayai Infrastruktur
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Nusa Dua - Banyak negara gencar menggalakkan pembangunan infrastruktur yang melibatkan swasta. Solusi ampuh mengatasi terbatasnya anggaran negara.

Salah satu yang mulai ngetren adalah penggunaan dana investasi berbasis syariah, menjembatani kebutuhan pendananaan antara swasta dan pemerintah.

Atas pemikiran ini, wajarlah apabila Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong investor dan pelaku keuangan syariah berkembang pesat di Indonesia untuk terlibat dalam pembiayaan infrastruktur. Khususnya yang berskema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Bila melihat kebutuhan Indonesia akan pembangunan infrastruktur saat ini, masih ada gap yang harus kita isi. Karena itu, menerapkan pembiayaan berbasis syariah dalam KPBU merupakan platform alternatif yang baik untuk skala lokal maupun global" ujar Sri Mulyani di hadapan peserta diskusi bertemakan Investor Roundtable on Islamic Infrastructure Finance, rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-WBG di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).

Potensi pelibatan keuangan syariah dalam pembangunan, khususnya terkait pembiayaan infrastruktur, menurut Sri Mulyani, sangat besar. Terutama bila melihat berbagai perkembangan dunia saat ini. Dalam satu dekade terakhir, keuangan Islam menjadi salah satu segmen yang berkembang sangat cepat dalam industri keuangan global.

"Karena itu saya berharap, dengan melibatkan prinsip-prinsip keuangan syariah dalam Kerjasama Pemerintah dan Bada Usaha, maka akan berpeluang untuk mendatangkan pandanaan yang cukup besar dari para investor Muslim yang selama ini enggan terlibat dalam pembiayaan berbasis konvensional" ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Berdasarkan laporan terbaru, infrastruktur global membutuhkan sekitar US$3 triliun-US$4 triliun per tahun hingga 2030. Sementara, pendanaan yang tersedia dari pemerintah dan Multilateral Development Bank per tahun, hanya US$300 miliar.

McKinsey juga mencatat bahwa investor institusional memiliki dana sebesar US$120 trilun yang tersimpan di bank. Karena itu, pihak swasta memiliki kesempatan besar untuk memainkan peran penting dalam mengatasi kesenjangan pendanaan tersebut.

Pembahasan soal pembiayaan infrastruktur berbasis syariah di ajang Pertemuan Tahunan IMF-WBG ini adalah atas kerjasama Grup Bank Dunia dengan Bank Pembangunan Islam (IDB).

Sri Mulyani berharap, melalui forum ini bisa menghasilkan berbagai pemikiran dan platform yang bernilai bagi para pengambil kebijakan dan para investor, khususnya dalam hal pembiayaan infrastruktur. [ipe]


Komentar

x