Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 13:46 WIB

Tiga Catatan Hitam Gerindra untuk Acara IMF-WB

Rabu, 10 Oktober 2018 | 17:18 WIB

Berita Terkait

Tiga Catatan Hitam Gerindra untuk Acara IMF-WB
Anggota Komisi XI DPR yang membidangi keuangan dan perbankan, Heri Gunawan - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tim Kampanye Joko Widodo menyebut pemerintahan SBY yang ngotot mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

Anggota Komisi XI DPR yang membidangi keuangan dan perbankan, Heri Gunawan menilai, pernyataan tersebut sangatlah tidak pantas terlontar.

Arahnya jelas hanya untuk buang badan alias cari selamat lantaran banyak respons negatif terkait perheletan akbar yang menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.

"Setidaknya ada tiga catatan kenapa sikap lempar batu sembunyi tangan semacam itu tidak pantas dilakukan oleh pemerintah," kata Heri melalui keterangannya, Rabu (10/10/2018).

Pertama, sewaktu diusulkan oleh pemerintahan sebelumnya (SBY), Indonesia tidak sedang menghadapi kondisi force majeure. Menurutnya, Indonesia juga tidak sedang menghadapi situasi prihatin, berhadapan dengan tekanan ekonomi, atau sedang menghadapi bencana alam yang membutuhkan perhatian besar dari pemerintah.

"Lagi pula, jangan lupa, sesudah melunasi utang terhadap IMF pada 2006, rezim SBY punya alasan yang cukup untuk menegakkan kepalanya saat berbicara mengenai IMF," ungkap Heri.

Kedua, sebut Heri, jika pemerintahan saat ini, merasa berbeda haluan dan identitas ideologis dengan pemerintahan sebelumnya, pemerintahan Jokowi memiliki cukup waktu untuk membatalkannya pada 2015.

"Namun toh kesempatan itu tak dimanfaatkan oleh mereka, atau jangan-jangan takut di tinggal Washington setelah sebelumnya dekat dengan Tiongkok," sebut Heri.

Ketiga, kata politis Partai Gerindra ini, dengan adanya berbagai bencana besar yang terjadi pada 2018, serta tekanan krisis nilai tukar rupiah yang mempengaruhi keuangan negara, defisit transaksi berjalan yang tembus 3%, pemerintahan saat ini sesungguhnya memiliki banyak alasan teknis untuk membatalkan, atau paling tidak mengurangi standar kemewahan kegiatan tersebut.

"Sebab, meskipun bidding proposal kegiatan tersebut dilakukan pada 2014, namun anggaran kegiatannya disusun oleh pemerintahan yang sekarang. Apakah itu juga dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo? Ternyata juga tidak!," tegas dia.

Menurut Heri, pesta mewah Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali itu memang sangat ironis. Anggaran wah, mewah dan fantastis itu sangat kontras dengan citra Presiden Joko Widodo yang sering dikesankan sederhana itu. [ipe]

Komentar

x