Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 13 Desember 2018 | 03:17 WIB

Pertamina Makin Terbakar Penguatan Dolar

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:17 WIB

Berita Terkait

Pertamina Makin Terbakar Penguatan Dolar
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan rencana kenaikan harga bahan bahan bakar minyak (BBM) Premium menjadi Rp7.000 per liter dari sebelumnya Rp6.550 per liter.

Batalnya kenaikan BBM beroktan 88 tersebut membuat PT Pertamina Persero gigit jari. Apalagi saat ini nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah yang menambah beban keuangan perusahaan plat merah tersebut.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, dengan batalnya kenaikan harga premium, Pertamina kembali harus menanggung beban subsidi yang cukup berat.

"Yang kasian kan Pertamina kalau menanggung harga penjualan dengan harga perekonomian yang melebar," kata Bhima kepada INILAHCOM di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Akibatnya kata Bhima, cashflow Pertamina kian tergerus. Jika cashflow-nya tergerus, makan akan menciptakan beban bagi Pertamina. Ujung-ujungnya akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk periode berikutnya.

"Karena APBN akan menyunting Pertamina melalui BUMN dalam jumlah yang besar untuk menambah anggarannya. Ini sama-sama kondisi yang simalakama," kata Bhima.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan sempat sudah menyebut harga BBM jenis premium naik Rp500 menjadi Rp7.000/liter pada pukul 18.00 WIB, Rabu (10/10/2018).

Entah kenapa rencana ini batal dijalankan. Masih kata Jonan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kenaikan harga premium tidak jadi dilaksanakan.

Sebelum pukul 18.00 WIB, rencana kenaikan premium dibatalkan. Pembatalan tidak disampaikan Jonan, namun melalui Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi.

Agung mengatakan, penundaan kenaikan harga premium itu juga berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan begitu, kenaikan harga BBM subsidi pada hari ini tidak akan terjadi

"Sesuai arahan Bapak Presiden, rencana kenaikan harga Premium di Jamali (Jawa, Madura dan Bali) menjadi Rp 7 ribu dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900 secepatnya Pukul 18.00 hari ini agar ditunda," kata Agung, di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Penundaan dilakukan, kata Agung, karena keputusan tersebut akan dibahas ulang, sambil menunggu kesiapan PT Pertamina (Persero). "Akan dibahas ulang, sambil menunggu kesiapan Pertamina," kata dia. [hid]


Komentar

x