Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 13:52 WIB

KPUPR Siap Adopsi Kawasan Wisata Terpadu Nusa Dua

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 12 Oktober 2018 | 08:09 WIB

Berita Terkait

KPUPR Siap Adopsi Kawasan Wisata Terpadu Nusa Dua
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Bali - Demi mencapai target 20 juta kunjungan wisatawan, Kementerian PUPR mendapat tugas untuk mengembangkan kawasan wisata terpadu dengan mengacu pada pengembangan wisata di Nusa Dua Bali.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan kawasan wisata terpadu Nusa Dua akan menjadi contoh bagi 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Ini menjadi modal tercapainya target tersebut karena Indonesia memiliki alam dan kekayaan budaya yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Dukungan yang diberikan Kementerian PUPR dalam bentuk pembangunan infrastruktur PUPR berupa jalan akses menuju lokasi wisata, jalan di lokasi wisata, air baku, sanitasi, drainase dan persampahan. Kementerian PUPR juga membangun ruang-ruang publik (termasuk rest area, parkir, pedestrian, dan penataan kawasan) untuk mendukung kegiatan produktif sektor pariwisata.

Nusa Dua bisa menjadi contoh sebagai kawasan wisata terpadu yang juga bisa dikembangkan di destinasi lainnya di Indonesia. "Nusa Dua, Bali, adalah proyek pembangunan kawasan pariwisata terpadu pertama oleh komunitas internasional di Indonesia pada tahun 1971. Kita ingin ada kawasan seperti Nusa Dua di KSPN Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur dan Danau Toba," ujar Menteri Basuki saat membuka Forum Tri Hita Karana, sebagai bagian dari acara IMF-World Bank Annual Meeting Tahun 2018 di Nusa Dua, Bali, seperti mengutip dari laman resmi Kementerian PUPR.

Pengembangan kawasan wisata secara terpadu, menurut Menteri Basuki, amat penting karena ada beragam aspek yang saling berkaitan. Danau Toba, misalnya kunjungan wisatawan masih terkendala karena kurangnya akses transportasi, meski minat wisatawan asing ke Danau Toba cukup tinggi.

"Karena itu kami membangun jalan tol Trans Sumatra dari Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi yang akan dilanjutkan hingga Parapat, serta dukungan akses bandar udara Silangit dan Sibisa. Kami juga mengundang investor untuk membangun hotel, restoran, dan tempat peristirahatan di sekitar wilayah tersebut." kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki juga menyoroti perlunya pendekatan budaya dalam membangun infrastruktur di kawasan-kawasan wisata, misalnya dengan menggunakan gaya arsitektur daerah setempat. Demikian pula dalam melatih sumber daya manusia lokal agar menjadi tamu yang baik dan ramah bagi para pendatang.

"Sektor pariwisata sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Kita memiliki keindahan alam dan ragam budaya yang begitu kaya dan tidak dimiliki banyak negara lain di dunia," ungkapnya.

Komentar

x