Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 13:46 WIB

Krisis Global, Jokowi Ogah Tiru "Game of Thrones"

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 12 Oktober 2018 | 10:01 WIB

Berita Terkait

Krisis Global, Jokowi Ogah Tiru
Joko Widodo (Jokowi) - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Nusa Dua - Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan perlunya menjaga komitmen kerja sama ekonomi secara global. Sebab dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi global tidak harus ada rivalitas.

Menurut Jokowi, skenario film Game of Thrones berakhir dengan pesan moral bahwa konfrontasi akan membawa masalah bagi semua, baik yang kalah maupun yang menang.

Jokowi pun mengingatkan pimpinan ekonomi dari 189 negara bahwa kerja sama dan kolaborasi global perlu di kedepankan dalam menghadapi volatilitas eksternal seperti saat ini.

Presiden menggarisbawahi bahwa dunia tidak perlu seperti alur skenario film Game of Thrones yang hanya mengedepankan kompetisi dan rivalitas.

Hubungan antara negara-negara maju saat ini terlihat seperti Game of Thrones, menurut Presiden. Ibarat alur cerita film tersebut, kompetisi antara kekuatan besar untuk menjatuhkan sesamanya membuat mereka tidak sadar akan adanya ancaman global yang ada di depan mata.

"Tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya jadi ekonomi yang terbesar diantara ekonomi dunia yang tenggelam," ujar Presiden Jokowi, mengingatkan segenap pembuat kebijakan ekonomi dari 189 negara, termasuk dari negara-negara maju terbesar di Nusa Dua, Bali pada Jumat (12/10/2018) dalam sidang pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

Kerja sama ekonomi selama ini telah membuka banyak kesempatan bagi dunia. Ancaman global hanya bisa ditangani jika kita bekerjasama, menurut Presiden.

"Apakah ini saat yang tepat untuk mengedepankan rivalitas dan kompetisi ataukah ini waktu yang tepat untuk kerjasama dan kolaborasi?. Waktu sudah sangat mendesak kita untuk berkolaborasi secara global," ujar Presiden Jokowi, mengingatkan segenap peserta seperti mengutip dari laman resmi Kemenkeu.

Segenap pembuat kebijakan global harus berkontribusi untuk mencari kebijakan moneter dan fiskal yang tepat untuk menghadapi ketidakpastian global.

Komentar

x