Find and Follow Us

Jumat, 24 Mei 2019 | 03:00 WIB

Premium Batal Naik, Jokowi Mau Ditelikung Jonan?

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 05:09 WIB
Premium Batal Naik, Jokowi Mau Ditelikung Jonan?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Nusa Dua - Pembatalan kenaikan harga BBM jenis premium yang tiba-tiba dari Presiden Joko Widodo menimbulkan sejumlah spekulasi. Karena, sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan sudah mengumumkan kenaikan harga.

Staf Khusus Presiden, Johan Budi membenarkan bahwa Presiden Joko Widodo telah menelepon langsung Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan meminta pembatalan kenaikan harga premium.

"Saya sudah menanyakan kepada Pak Presiden kemarin sebelum berangkat ke Bali. Dan saya kan ikut dalam rombongan presiden ke Bali. Saya dapat keterangan, presiden benarkan bahwa beliau yang menelepon Pak Jonan untuk membatalkan kenaikan itu," kata Johan Budi di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Namun, Johan mengaku tidak mendapatkan penjelasan rinci, apakah sebelumnya ada perintah untuk menaikkan harga BBM dari Presiden Jokowi.

Tetapi, mantan Jubir KPK itu menegaskan, Presiden Jokowi-lah yang secara langsung meminta kenaikan harga premium dibatalkan. "Saya tanya ke Pak Presiden dan dia sampaikan memang beliau yang memerintahkan Pak Jonan untuk membatalkan kenaikan harga premium," katanya.

Menurut Presiden, kata Johan, kenaikan harga premium, belum perlu untuk dilakukan. "Jadi Pak Presiden kemarin menceritakan setelah melihat dan mendapatkan data dan informasi dari Pertamina yang disimpulkan bahwa premium itu tidak perlu dinaikkan," katanya.

Sekedar mengingatkan saja, Menteri Ignasius mengumumkan kenaikan harga premium naik dari Rp6.650 menjadi menjadi Rp7 ribu per liter. Harga baru ini berlaku per pukul 18.00 WIB untuk wilayah Jawa, Bali dan Madura (Jamali). Sedangkan harga premium di luar Jamali dipatok Rp6.900 per liter.

Namun, pengumuman tersebut hanya berumur sekitar setengah jam saja. Karena dicabut dengan alasan PT Pertamina (Persero) tak siap. Kalau alasannya itu, artinya harga premium tetap akan naik menunggu kesiapan Pertamina.[tar]

Komentar

x