Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 09:07 WIB

Anak Buah SBY Heran, Jokowi Batal Naikan Premium

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:18 WIB

Berita Terkait

Anak Buah SBY Heran, Jokowi Batal Naikan Premium
Ferdinand Hutahaean - (Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Keputusan Presiden Joko Widodo membatalkan kenaikan harga premium menjadi Rp7.000 per liter, dinilai cukup beresiko karena bisa melebarkan defisit anggaran negara.

Ferdinand Hutahaean, kader Partai Demokrat menyayangkan keputusan Jokowi yang membatalkan penaikan harga BBM. Alasannya, harga minyak dunia saat ini relatif tinggi, karena melewati US$80 per barel. Idealnya, pemerintahan Jokowi menaikan harga BBM.

"Kenaikan BBM menurut saya hitungan secara ekonomi, ini memang harus naik. Karena sekarang harga minya mentah tinggi, harganya USD 85 per barel," ujar Ferdinand di Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Anak buah SBY ini memaparkan perhitungan harga premium berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014. Saat ini, harga yang wajar untuk premium adalah Rp9.000 per liter.

"Harga BBM Premium sesuai Perpres 191 tata cara penghitungan harga BBM sesuai hitungan Presiden, BBM sekarang seharusnya Rp 9.000-an," jelas Ferdinand.

Artinya, kata Ferdinan, ketika Jokowi mempertahankan harga premium maka subsidi sektor membengkak. Belum lagi beban finansial yang harus ditanggung PT Pertamina (Persero) diprediksi ikut tambun. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x