Find and Follow Us

Kamis, 27 Juni 2019 | 04:10 WIB

Pertemuan IMF-World Bank

Budi Jajakan 3 Proyek Infrastruktur US$15,1 Miliar

Oleh : M Fadil Djaelani | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 17:09 WIB
Budi Jajakan 3 Proyek Infrastruktur US$15,1 Miliar
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Nusa Dua - Masih dalam rangkaian penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank 2018 di Bali, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menawarkan sejumlah proyek infrastruktur transportasi strategis kepada para investor.

Hal tersebut disampaikan Budi dalam acara seminar kerja sama antara Kementerian Kemaritiman, dan Kementerian Keuangan dengan lembaga pemeringkat keuangan Internasional Standard and Poors (S&P) Global Rating bertema "Infrastructure and Sustainable Financing in Asia Sovereign Ratings Outlook".

Pada acara tersebut, Budi hadir bersama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, memaparkan, pembangunan infrastruktur di Indonesia untuk mendukung program pembangunan belt and road.

Di depan peserta seminar, Budi mengatakan, terkait dengan adanya program belt and road, pemerintah fokus membangun insfrastruktur transportasi di 3 (tiga) wilayah Indonesia.

"Prioritas pembangunan infrastruktur transportasi fokus di 3 wilayah yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Bali dengan total investasi yang dibutuhkan sebesar US$15,1 Miliar" kata Menhub seperti dikutip dari laman resmi Kemenhub, Sabtu (13/10/2018).

Pembangunan infrastruktur tersebut, menurut Menhub, penting dilakukan untuk meningkatkan konektivitas domestik dan internasional di Indonesia. Untuk di wilayah Sumatera Utara Menhub menjelaskan ada 3 (tiga) moda transportasi yang dibangun yaitu moda kereta api, moda laut, dan moda udara.

"Program pembangunan di bidang transportasi di Sumatera Utara terdiri dari pembangunan KA Pematang Siantar Parapat dan KA Rantau Prapat Duri Dumai sepanjang 505,1 km dengan total investasi US$1.208 juta. Pada moda laut kami akan membangun Pelabuhan Kuala Tanjung dan Terminal Kontainer Kuala Tanjung dengan nilai investasi US$3.800 juta," rinci Menhub. [ipe]

Komentar

x