Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 18:15 WIB

Pertemuan IMF-WB

Ada Bencana, Bank Dunia Guyur Utang Baru US$1 M

Senin, 15 Oktober 2018 | 04:09 WIB

Berita Terkait

Ada Bencana, Bank Dunia Guyur Utang Baru US$1 M
Chief Executive Officer Bank Dunia Kristalina Georgieva - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Nusa Dua - Bank Dunia berkomitmen memberi pinjaman US$1 miliar untuk membantu Indonesia dalam proses rekonstruksi pasca bencana di Lombok dan Palu, serta memperkuat ketahanan jangka panjang.

"Upaya pemerintah untuk memulihkan daerah terdampak sudah sangat baik. Kami memberikan bantuan ini untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan Indonesia," kata Chief Executive Officer Bank Dunia Kristalina Georgieva di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10/2018).

Bantuan ini bisa langsung dicairkan sesuai permintaan pemerintah dan didukung pinjaman yang telah diberikan sebelumnya sebesar US$5 juta, agar pemulihan bencana bisa berjalan dengan baik.

Paket pinjaman ini, mencakup pemberian uang tunai kepada 150.000 keluarga miskin yang terdampak bencana alam untuk enam bulan hingga setahun.

Skema jaminan sosial ini didesain untuk memperkuat ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja selama masa pemulihan berlangsung serta mencegah terjadinya kerusakan modal manusia dalam jangka panjang.

Paket pinjaman atau utang sebesar US$1 miliar ini, dapat dimanfaatkan untuk program pemulihan bencana untuk pembiayaan fasilitas publik dan infrastruktur penting lainnya.

Infrastruktur terdampak yang dapat memanfaatkan bantuan tersebut antara lain rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan raya, jalan tol dan sarana penyediaan air.

Selain itu, bantuan tersebut dapat memperkuat pengawasan dan sistem peringatan dini, memperkuat proses rekonstruksi rumah dan membangun kembali lingkungan infrastruktur dan jasa.

Bank Dunia memperkirakan kerugian untuk kerusakan geospasial maupun infrastruktur, bangunan dan rumah tinggal yang terdampak tsunami di Palu mencapai 531 juta dolar AS atau Rp8,1 triliun.

Rinciannya adalah untuk rumah tinggal sebesar US$181 juta atau Rp2,75 triliun; bangunan sebesar US$185 juta atau Rp2,82 triliun; dan infrastruktur senilai US$ 165 juta atau Rp2,5 triliun.

Perkiraan tersebut tidak termasuk penghitungan korban jiwa, kehilangan lahan atau gangguan ekonomi akibat mata pencaharian yang hilang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengatakan, komitmen dari Bank Dunia ini bisa memperkuat upaya untuk meningkatkan ketahanan maupun memperbaiki tindakan penanganan bencana alam. Namun, ia memastikan pencairan dana bantuan dan pemanfaatannya harus melalui proses diskusi dengan pihak parlemen. [tar]

Komentar

x