Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 09:06 WIB

Premium Batal Naik, DPR Nilai Jonan Teledor

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 15 Oktober 2018 | 18:55 WIB

Berita Terkait

Premium Batal Naik, DPR Nilai Jonan Teledor
Wakil Ketua Komisi VII DPR, Ridwan Hisjam

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR, Ridwan Hisjam menilai, Menteri ESDM Ignatius Jonan teledor. Terkait pembatalan kenaikan harga premiun oleh Presiden Joko Widodo.

"Kalau saya anggap (pembatalan kanaikan BBM itu) keteledoran dari kementerian ESDM," kata Ridwan saat rapat dengar pendapat di DPR, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Sebab, kata dia, sesuatu kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah biasanya melalui rapat. Namun soal informasi kenaikan BBM terkesan belum ada koordinasi.

Hal utu pun terlihat dari pernyataan Menteri BUMN Rini Soemarno yang menyatakan Pertamina belum siap terkait kenaikan premium.

"Kementerian ini kan banyak ada dirjen, litbang. Di dalam kepres, untuk menaikan itu ada aturannya kalau subsidi ini harus koordinasi dengan kemenkeu dan BUMN. Lha kok sudah keluar informasi dari menteri meskipun baru rencana dinaikan jam 18.00 apapun yang keluar dari menteri itu sudah engga bener," kata dia.

Menurut dia, semua kebijakan yang diambil pemerintah harus benar-benar sudah siap. Bukan terlihat seperti main-main.

"Apa pun keluar dari menteri tidak harus tertulis. Kalau orang bisnis itu engga ada pak tulis-tulisan, bicara saja sudah dipegang. Orang bisnis. Kalau mau naik ya naik saja. Tapi harus sudah siap. Bukan dicoba dulu," ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengklaim, kenaikan BBM itu baru sebatas rencana. Sehingga tidak ada yang perlu dimasalahkan sewaktu rencana itu dibatalkan.

"Saya komunikasi itu (kenaikan BBM) baru rencana jam 18.00 WIB belum dinaikan sebelumnya, baru rencana. Jadi sebelum jam 18.00 WIB rencananya engga jadi naik, gitu aja," kata Djoko saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (15/10/2018).

"Belum ada SK pak Menteri (ESDM Ignatius Jonan) baru rencana.
Memang belum ada kenaikan," ujar Djoko menegaskan.

Komentar

Embed Widget
x