Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 15 November 2018 | 20:51 WIB

Impor Migas Turun, Ini Penjelasan Anak Buah Jonan

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 16 Oktober 2018 | 05:09 WIB

Berita Terkait

Impor Migas Turun, Ini Penjelasan Anak Buah Jonan
Direktur Jenderal Minyak dan gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis penurunan impor migas pada September 2018, sebesar 25% dibanding Agustus.

Atas capaian ini, Direktur Jenderal Minyak dan gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menyebut, penurunan impor migas dipicu kebijakan mandatory B20. Sebab, pencampuran 20% minyak sawit ke solar, mengurangi impor. "(Penurutnan impor) Keberhasilan (kebijakan penggunaan) B20," kata Djoko di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Kemudian, lanjut Djoko, faktor lain adalah jumlah hari yang ada pada bulan Agustus yang sampai 31 hari, sedangkan bulan September hanya 30 hari. Jumlah hari ini, kata Djoko, tentu mempengaruhi jumlah pada konsumsi.

"Kalau dari siklus betul juga. Pada Aguatus 31 dan September 30 hari. Bener juga. Siklus kalau Februari 28 juga turun. Siklus iya," kata dia.

Dengan demikian, kedepan ia akan melakukan pengecekan konsumsi pada bulan September. Hal ini, kata dia, untuk mengetahui dengan pasti penyebab penurunan impor sektor migas.

"Konsumsinya turun apa enggak saya mau lihat. Bisa juga dari stok yang ada dihabisin dulu," kata dia.

Diketahui, Impor migas Indonesia September 2018 sebesar US$ 2,28 miliar mencatatkan penurunan 25,2% dibanding Agustus 2018. Hal ini dipicu oleh menurunnya nilai impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah US$ 332,6 juta, hasil minyak US$ 391,1 juta dan gas US$ 43,9 juta.

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti mengatakan, pihaknya belum melihat adanya pengaruh penggunaan B20 di dalam negeri untuk penurunan impor migas. Penggunaan B20 di awal September kemungkinan baru bisa dilihat jelas pengaruhnya pada bulan depan.

Implikasi dari penggunaan B20 sendiri bisa dilihat dari impor hasil minyak, karena komponen bahan bakar yang diganti adalah 20% solar yang menjadi bahan bakar nabati. Pada September 2018, impor hasil minyak tercatat sebesar US$ 1,3 miliar atau turun 23,06%. [ipe]


Komentar

x