Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Januari 2019 | 21:49 WIB

Meski Kemarau, Produksi Beras Lebak Bisa Surplus

Selasa, 16 Oktober 2018 | 14:45 WIB

Berita Terkait

Meski Kemarau, Produksi Beras Lebak Bisa Surplus
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Lebak - Produksi beras di Kabupaten Lebak, Banten, hingga September 2018 mengalami surplus 192.021 ton. Mencukupi untuk kebutuhan konsumsi sampai 16 bulan ke depan.

"Kami menjamin persedian beras lokal melimpah hingga tahun 2019," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Banten, Selasa (16/10/2018).

Meski petani dilanda kemarau sejak Juli 2018, tetapi produksi beras tetap berlanjut hingga Desember mendatang. Saat ini, petani di berbagai daerah di Kabupaten Lebak, masih memanen padi dengan mengoptimalisasikan pompa, guna memenuhi ketersedian air. Diperkirakan, gerakan percepatan tanam bisa dilaksanakan akhir Oktober 2018 sehubungan curah hujan cenderung meningkat.

Dede menginstruksikan, petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Distanbun kecamatan, petugas penyuluh lapang (PPL), kelompok tani, dan stakeholders agar melaksanakan gerakan percepatan tanam guna mendongkrak produksi pangan.

"Kami mengajak petani agar cepat melakasanakan gerakan percepatan tanam karena dipastikan November mendatang memasuki musim penghujan," katanya.

Menurut Dede, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat produksi beras dari Januari sampai September 2018 mencapai 545.116 ton. Sedangkan, konsumsi beras warga Lebak yang berpenduduk 1,2 juta jiwa, mencapai 11.977 ton per bulan. Atau 143.724 ton per tahun dengan rata-rata per kapita sebanyak 114 kilogram/tahun.

Karena itu, produksi beras di Lebak surplus sekitar 192.021 ton dan aman hingga 16 bulan ke depan. "Kami yakin produksi beras surplus itu tentu tingkat pendapatan ekonomi petani menjadi lebih baik," kata Dede.

Sementara, Ketua Kelompok Tani Suka Bunga Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Ruhyana mengatakan, saat ini petani di wilayahnya mampu memproduksi beras sekitar 30 ton per bulan dari hasil panen yang dikembangkan para anggotanya. "Kami di sini bisa memanen padi sebanyak tiga kali musim panen karena terdapat persedian air melalui pompanisasi itu," kata Ruhyana. [tar]

Komentar

x