Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 09:01 WIB

Neraca Dagang Laporan BPS Bikin Jokowi Puas

Rabu, 17 Oktober 2018 | 00:29 WIB

Berita Terkait

Neraca Dagang Laporan BPS Bikin Jokowi Puas
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut adanya surplus neraca perdagangan September 2018 sebesar US$230 juta, membuat Presiden Joko Widodo sumringah.

Tentu saja lantaran bulan sebelumnya (Agustus 2018), neraca perdagangan menunjukkan defisit US$1,02 miliar. "Neraca perdagangan September ada surplus 230 juta dolar AS. Ini memperlihatkan arah perkembangan yang baik dari kinerja perekonomian," kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Menurut Jokowi, surplus neraca perdagangan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak dalam mengendalikan impor serta menggenjot ekspor. Ke depan, Jokowi berharap upaya tersebut semakin digencarkan. Perlu inovasi serta langkah terobosan untuk menekan impor dan meningkatkan ekspor. "Kita ingin terus dipantau. Bulan-bulan ke depan harus terus surplus," tegas mantan Wali kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi mengingatkan agar para menteri ekonomi dan yang terkait, bisa lebih fokus dalam menggenjot ekspor, baik migas maupun non migas. Berdasarkan data BPS, surplus perdagangan September 2018 dipicu surplus perdagangan sektor nonmigas sebesar US$1,30 miliar. Sementara perdagangan sektor migas masih tekor US$1,07 miliar.

Terkait mandatory biodiesel 20% atau B20, Jokowi meminta para menterinya terus memantau pelaksanaannya di lapangan. Saat ini saja masih ada hambatan yakni ketersediaan minyak mentah sawit (Crude Palm Oil/CPO). "Saya mendengar ada masalah pasokan dari CPO-nya di lapangan. Khusus ini, saya minta laporannya," kata Jokowi.

Sekedar mengingatkan, Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Rusanti menyebut nilai ekspor Indonesia pada September 2018 mencapai US$14,83 miliar. Turun 6,58% dibandingkan ekspor Agustus 2018. Untuk nilai impor September 2018 turun 13,18% dibanding Agustus 2018 sebesar US$14,60 miliar. [tar]

Komentar

x