Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 05:33 WIB

Airlangga: Ekonomi RI Masuk 10 Besar Dunia di 2030

Rabu, 17 Oktober 2018 | 08:09 WIB

Berita Terkait

Airlangga: Ekonomi RI Masuk 10 Besar Dunia di 2030
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meyakini, industri 4.0 bisa menempatkan Indonesia di 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2030. Masih lama pak.

"Guna mencapai target tersebut, Indonesia telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai strategi menerapkan revolusi industri generasi keempat," kata Airlangga melalui keterangannya diterima di Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Kata Ketum Partai Golkar ini, revolusi industri 4.0 memberikan arah yang jelas bagi pengembangan industri nasional yang berdaya saing global di masa depan.

Airlangga menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada diskusi panel Industrial Transformation Asia-Pacific atau ITAP 2018 di Singapura.

Dia memaparkan, hal tersebut ditopang melalui peningkatan kembali nett ekspor 10 persen kepada PDB, peningkatan output sekaligus mengatur pengeluaran biaya hingga dua kali dari rasio produktivitas biaya saat ini, dan pengembangan kapabilitas inovasi industri melalui alokasi anggaran 2 persen untuk kegiatan R&D.

Selama ini, kata dia, industri manufaktur konsisten memberikan kontribusi signifikan bagi PDB Indonesia. "Industri manufaktur berperan penting menjadi tulang punggung perekonomian nasional, karena memberi efek yang luas bagi peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, penambahan pajak dan cukai, serta penerimaan devisa dari ekspor," kata Airlangga.

Pada triwulan II-2018, industri pengolahan nonmigas masih menunjukkan kinerja yang positif, dengan pertumbuhan 4,41%. Lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,93%. Bahkan, sektor manufaktur menjadi kontributor terbesar bagi PDB nasional yang tercatat di angka 19,83%.

Riset terbaru Microsoft dan IDC Asia/Pacific mengungkapkan, transformasi digital dapat melipatgandakan pendapatan di sektor manufaktur. Ada tambahan sebesar US$387 miliar dalam lima tahun (2016-2021) pada produk domestik bruto, atau PDB di kawasan Asia Pasifik, Sehingga diprediksi bakal berlipat menjadi US$8.399 triliun pada 2021.

Sementara itu, merujuk data Badan Pusat Statistik, PDB Indonesia pada 2017 tercatat mencapai Rp13.588,8 triliun. Perolehan itu di atas Belanda, Turki, dan Swiss, sehingga mengukuhkan Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di kawasan Asia Tenggara.

"Jadi, sekarang Indonesia sudah masuk one trillion dollar club dan berada dalam jajaran 20 negara dengan PDB terbesar di dunia," ungkap Airlangga. Bahkan, McKinsey selaku perusahaan konsultan manajemen multinasional, memproyeksi Indonesia dapat membuka peluang bisnis dan meningkatkan PDB hingga 3,7 triliun dolar AS pada 2030.[tar]

Komentar

x