Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 12 Desember 2018 | 18:16 WIB

Karena Arcandra Bukan Superman, Impor Migas Turun

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 17 Oktober 2018 | 02:00 WIB

Berita Terkait

Karena Arcandra Bukan Superman, Impor Migas Turun
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, belum mau menyimpulkan sebab musabab impor migas Indonesia pada September 2018 turun 25% ketimbang Agustus.

Arcandra mengaku belum pelajari data-data berkaitan dengan turunnya impor migas sesuai laporan BPS tentang neraca perdagangan September 2018. Untuk itu, ia belum mau memberikan komentar lebih jauh.
"Saya pelajari penyebabnya, saya baru baca tadi," kata Arcandra di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018).

Demikian juga saat ditanya impor migas bisa turun karena kebijakan pencampuran 20% minyak sawit ke solar atau B20, dia juga belum bisa berkesimpulan. Ia meminta waktu untuk mempelajarinya. "Saya pelajari dulu, kami agree ya saya bukan superman," ujar dia.

Sebelumnya menurut Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto penurunan impor migas itu karena beberapa faktor. Diantaranya ialah
kebijakan penggunaan B20. Sebab, pencampuran 20 persen minyak sawit ke solar mengurangi impor.

Kemudian, lanjut Djoko, faktor lain adalah jumlah hari yang ada pada bulan Agustus yang sampai 31 hari, sedangkan bulan September hanya 30 hari. Jumlah hari ini, kata Djoko, tentu mempengaruhi jumlah pada konsumsi.

Mengingatkan saja, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis impor migas Indonesia September 2018 sebesar US$2,28 miliar. Atau turun 25,2% dibanding Agustus 2018. Dipicu menurunnya nilai impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah US$332,6 juta, hasil minyak US$391,1 juta dan gas US$43,9 juta.

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Yunita Rusanti mengatakan, pihaknya belum melihat adanya pengaruh penggunaan B20 di dalam negeri untuk penurunan impor migas. Penggunaan B20 di awal September kemungkinan baru bisa dilihat jelas pengaruhnya pada bulan depan.

Implikasi dari penggunaan B20 sendiri bisa dilihat dari impor hasil minyak, karena komponen bahan bakar yang diganti adalah 20% solar yang menjadi bahan bakar nabati. Pada September 2018, impor hasil minyak tercatat sebesar US$ 1,3 miliar atau turun 23,06%. [ipe]

Komentar

x