Find and Follow Us

Rabu, 26 Juni 2019 | 14:29 WIB

Perizinan Online Kementan Permudah Investasi

Rabu, 17 Oktober 2018 | 16:30 WIB
Perizinan Online Kementan Permudah Investasi
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian mempermudah perizinan sektor pertanian berbasiskan elektronik. Prosesnya bisa lebih cepat, transparan dan akuntabel.

Prof Erizal Jamal, Kepala Pusat Varietas Tanaman dan Perizinan Kementerian Pertanian, menjelaskan, sistem perizinan yang lebih transparan dan cepat, menjadi fokus awal untuk pembenahan.

Gayung bersambut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 29/Permentan/ PP.210/7/2018 tentang Tata Cara Perizinan Berusaha Sektor Pertanian. Sistem yang dibangun kementan ini bisa terhubung dengan sistem perizinan online terintegasi atau online single submission (OSS). Dan, terhubung pula dengan kementerian, pemda, BKPM

Selama 2015-2017, kata Erizal, sudah dilakukan pendampingan terhadap 31 Perusahaan yang akan berinvestasi di bidang pertanian.Khusus untuk tebu, jagung, sapi, padi dan lainnya. "Jadi dengan adanya OSS ini maka proses menjadi lebih cepat dan ada kepastian bagi pelaku usaha serta dapat dimonitoring," jelas Erizal dalam sebuah diskusi yang digelar Forum Wartawan Pertanian (FORWATAN) di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Dia bilang, kementan mengeluarkan Online Single Submission (OSS) guna mempercepat proses perizinan yang diajukan pelaku usaha. "Jadi dengan adanya OSS, proses perizinan menjadi lebih cepat dan ada kepastian bagi pelaku usaha serta dapat dimonitoring," jelas

Fadhil Hasan selaku Direktur Asian Agri, menuturkan, sistem perizinan online yang terintegrasi ini dapat memperbaiki kemudahan berusaha atau easing doing business (EoDB) sektor pertanian di Indonesia.

Untuk itu, fokus kebijakan investasi sektor pertanian harus dimulai BKPM untuk peningkatan porsi sektor pertanian dalam investasi asing dan PMDN.

Selama ini, kata Fadhil, BKPM belum menjadikan sektor pertanian sebagai potensi investasi yang menjanjikan padahal sektor tersebut didukung oleh sumber daya lahan dan SDM yang berlimpah.

Sedangkan Rio Christiawan, pengajar di Universitas Prasetya Mulya, mengusulkan OSS tidak hanya melingkupi izin usaha semata. Namun bisa menjangkau sampai kepada izin teknis.

Alasannya, proses perizinan teknis belum dapat dijangkau OSS padahal nyawa dari investasi sumber daya alam berada di izin teknis seperti amdal, izin lingkungan, dan HGU.

Dikatakan Rio, investor perlu waktu yang lebih cepat untuk pengurusan perizinan hingga operasional karena akan berpengaruh kepada Cash Flow sehat dan dampak sosial dihindarkan . "Perbaikan lain adalah memperkuat koordinasi antara SKPD sehingga mengatasi debirokrasi perizinan dan jumlah izin yang diatur lebih sedikit," kata Rio. [tar]


Komentar

x