Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 16:21 WIB

BI Sebut BBM Mahal Dorong Inflasi Oktober 0,12%

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 19 Oktober 2018 | 18:50 WIB

Berita Terkait

BI Sebut BBM Mahal Dorong Inflasi Oktober 0,12%
Perry Warjiyo, Gubernur BI - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memerkirakan inflasi Oktober 2018 mencapai 0,12%. Lebih tinggi ketimbang September 2018 lantaran mahalnya BBM non subsidi seri Pertamax.

Meskipun naik dibanding September 2018, Bank Sentral melihat laju inflasi hingga Oktober 2018, masih rendah dan terkendali. Masih sesuai sasaran, sehingga akhir tahun inflasi tahunan yang di bawah 3,5%.

"Perkiraan ini mengkonfrimasi perkiraan sebelumnya bahwa di akhir tahun secara keseluruhan 2018 akan berada di bawah 3,5 persen," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Kenaikan harga BBM non-subsidi pertengahan Oktober 2018 ini menyumbang inflasi sebesar 0,02%. Selain harga BBM, inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan cabai merah.

Di sisi lain, harga bahan pangan lainnya seperti bawang merah dan daging ayam ras masih deflasi. Jika perkiraan Bank Sentral benar bahwa inflasi Oktober 2018 sebesar 0,12%. Maka inflasi tahunan di bulan kesepuluh ini rata-ratanya sebesar 3,0%.

Otoritas moneter memiliki proyeksi inflasi tahunan hingga akhir tahun akan sebesar 3,4%. "Inflasi masih terkendali, tetap rendah. Akhir tahun ini akan di bawah 3,5 persen," ujar Perry.

Meskipun inflasi di bulan kesepuluh terbilang rendah, terjadi tekanan pada pergerakkan harga dibanding September 2018. Pada bulan lalu, terjadi inflasi minus, atau deflasi 0,18%. [ipe]

Komentar

x